“Kita ketahui terminal kita ini cukup dingin, apalagi kalau malam dan tidak ada penumpang lainnya. Sehingga kami beberapa kali memberikan bantuan meminjamkan selimut kepada para penumpang yang memang tidak ingin pulang lagi ke daerahnya karena jauh sehingga yang bersangkutan memilih untuk menunggu di bandara saja,” tambah dia.
Baca juga: Karhutla Riau, Wiranto : Tak Separah Seperti yang Diberitakan
Agus juga menjelaskan, keterlambatan dan pembatalan penerbangan ke sejumlah wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera masuk dalam kategori force majeure. Akibatnya, para penumpang tidak mendapatkan kompensasi dari pihak maskapai. Pihaknya berharap calon penumpang dapat memahami kondisi penerbangan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.
“Semoga kejadian kebakaran ini bisa segera teratasi karena di Kalteng itu kabarnya titik apinya paling banyak. Jadi juga banyak yang terkena ISPA (infeksi saluran pernapasan),” lugas seorang calon penumpang, Annisa.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.