Roller Coaster" dari Batavia Kecil" />
Molek ini memiliki 4 roda besi dengan jarak masing-masing sumbu roda sekira 1,25 Meter. Panjang badannya tidak kurang dari 6 Meter dengan lebar badan Molek sekira 1,5 Meter.
Untuk menjalankan Molek dipandu seorang Masinis. Di mana Masinis mengoperasikan serta mengatur kecepatan mesin diesel. Namun, tidak bisa mengatur Molek untuk berbelok. Kecepatan Molek pun hanya kisaran 10-15 km/jam.
Moda transportasi Molek juga dilengkapi bak komling dari mobil Suzuki Futura atau bak mobil Zebra. Di mana Molek tersebut sama halnya dengan mobil lainnya yang memiliki gigi.

Sebab Molek juga memiliki 6 gigi, termasuk gigi mundur. Bahkan, setiap Molek terdapat setir second, gas injak yang dimodifikasi dan rem prodo.
Akses atau jalur Molek melintasi desa Air Tenang hingga Lebong Tandai. Jaraknya sekira 35 kilometer (KM) dengan memakan waktu tempuh tidak kurang dari 4,5 jam.
Namun di dalam perjalanan terdapat rel Molek yang terputus. Di kawasan hutan Ronggeng atau stasiun Ronggeng, tepatnya. Sehingga masyarakat musti transit untuk melanjutkan perjalanan ke desa Lebong Tandai, waktu tempuhnya sekira 2 jam.

Setiap hari tidak semua moda transportasi Molek beroperasi. Mereka yang memiliki Molek akan berangkat ketika ada pesanan dari masyarakat Lebong Tandai. Baik untuk menuju Lebong Tandai atau ke desa Air Tenang.
Untuk biaya sekali berangkat per orang dikenakan biaya Rp25 ribu. Di luar barang bawaan. Biaya itu hanya sebatas stasiun Ronggeng. Lalu, transit dengan menaiki Molek lainnya untuk menuju pusat desa Lebong Tandai.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.