Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PM Inggris Salahkan Iran Atas Serangan Fasilitas Minyak Saudi

Rachmat Fahzry , Jurnalis-Senin, 23 September 2019 |17:43 WIB
PM Inggris Salahkan Iran Atas Serangan Fasilitas Minyak Saudi
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. (Foto/Reuters)
A
A
A

LONDON - Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson menyalahkan Iran atas serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi menjelang pertemuan dengan Presiden Iran Hassan Rouhani.

Johnson mengatakan ada "tingkat kemungkinan yang sangat tinggi" Iran berada di belakang serangan drone dan rudal pada dua fasilitas minyak, yang dibantah Iran.

Johnson menolak untuk mengesampingkan intervensi militer dan mengatakan sanksi juga kemungkinan.

AS, yang juga menyalahkan Iran, mengirim lebih banyak pasukan ke Arab Saudi.

Baca juga: Menlu AS Sebut Serangan ke Fasilitas Minyak Saudi sebagai Pernyataan Perang

Baca juga: Puing Senjata Buktikan Iran di Balik Serangan Fasilitas Minyak Saudi

Foto/Reuters

Arab Saudi juga menuduh Iran melakukan serangan 14 September, di mana 18 drone dan tujuh rudal jelajah menghantam fasilitas minyak.

"Saya dapat memberitahu Anda bahwa Inggris mengaitkan tanggung jawab dengan tingkat probabilitas yang sangat tinggi ke Iran untuk serangan Aramco (fasilitas Saudi)," katanya menyitir BBC, Senin (23/9/2019).

Johnson mengatakan dia akan bekerja sama dengan AS dan negara-negara Eropa lainnya untuk mencoba mengurangi ketegangan di kawasan Teluk.

Kelompok Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan fasilitas minyak Saudi, sementara Iran sendiri membantah terlibat. Mereka memperingatkan akan membalas serangan apa pun setelah AS mengumumkan akan mengirim pasukan ke Arab Saudi.

"Jelas jika kita diminta oleh Saudi atau Amerika untuk berperan maka kita akan mempertimbangkan dengan cara apa kita bisa berguna," kata Johnson.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement