Almarhum Praka Zulkifli yang sedang beristirahat sejenak usai mengantar pasukan pengamanan, menurut Eko, tiba-tiba diserang oleh massa dengan menggunakan senjata tajam.
“Almarhum mengalami luka bacokan di kepala bagian belakang. Korban sempat dievakuasi menuju RS Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis. Namun karena pendarahan yang hebat, nyawa Praka Zulkifli tidak dapat terselamatkan. Sekitar pukul 12.30 WIT, Praka Zulkifli dinyatakan meninggal dunia,” kata Eko Daryanto.
Pemakaman Praka Zulkifli akan dikoordinasikan oleh Danyonif 751/Raider dengan keluarga korban.
Pangdam Cenderawasih Mayjen Herman Asaribab menyatakan turut berduka cita kepada keluarga almarhum.
"Sebagai seorang prajurit, almarhum Praka Zulkifli telah memberikan bakti terbaiknya kepada bangsa dan negara dengan memberikan jiwa dan raganya demi terciptanya rasa aman di tanah Papua" ucap Pangdam saat melihat jenazah Praka Zulkifli di RS Bhayangkara.
(Salman Mardira)