Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bangkai Pesawat Twin Otter PK-CDC Ditemukan, Operasi SAR Diperpanjang

Saldi Hermanto , Jurnalis-Selasa, 24 September 2019 |15:28 WIB
Bangkai Pesawat Twin Otter PK-CDC Ditemukan, Operasi SAR Diperpanjang
Bangkai pesawat Twin Otter yang jatuh di Papua ditemukan (Foto: Tim SAR Gabungan)
A
A
A

TIMIKA - Operasi SAR pencarian sekaligus evakuasi korban jatuhnya pesawat DHC-6 Twin Otter series 400 register PK-CDC di ketinggian 13.453 feet wilayah kampung Mamontoga, distrik Hoeya, Kabupaten Mimika, Papua, diperpanjang tiga hari ke depan lantaran Tim SAR menemukan titik terang dengan menemukan lokasi bangkai pesawat tersebut.

Direktur Operasi Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional, Brigjen TNI (Mar) Budi Purnomo mengatakan, hari ini, Selasa (24/9/2019), sebenarnya merupakan hari terakhir Operasi SAR terhadap pesawat Twin Otter PK-CDC. Di mana, hari ke tujuh ini sejak pagi hingga siang tim terus berupaya mendekati lokasi jatuhnya pesawat dengan menggunakan helikopter.

Namun di lokasi tersebut kondisi angin cukup kencang dan awan atau kabut sangat cepat menutup lokasi, sehingga tidak memungkinkan helikopter menurunkan personel SAR ke lokasi yang dimaksud.

"Karena kita menemukan titik terang lagi, kita akan melaksanakan operasi tiga hari lagi ke depan. Bersama-sama ini sebetulnya wilayah sudah ditangani KNKT, (tetapi) kita tetap back up untuk menemukan rekaman penerbangan dan percakapan," kata Brigjen Budi di Timika.

Tim SAR temukan lokasi pesawat yang hilang kontak di Papua (Foto : Okezone.com/Saldi)

Tim SAR gabungan juga telah merencakan kegiatan lanjutan besok. Tim akan berupaya mendekati lokasi jatuhnya pesawat dengan menggunakan helikopter menurunkan personel SAR melakukan evakuasi.

"Rencana kegiatan besok melaksanakan evakuasi terhadap korban, mungkin sudah tinggal body parts (potongan tubuh) dan peralatan yang kita cari. Yang penting itu rekaman penerbangan dengan percakapan (selama) pesawat ini terbang," ujarnya.

Di ketinggian 13.453 feet, Tim SAR menggunakan helikopter sudah berupaya mencari lokasi pendaratan, namun belum juga l menemukan lokasi datar untuk pendaratan. Hal itu lantaran kondisi medan terdiri dari tebing yang cukup terjal ditambah pengaruh angin l dan cuaca yang cepat berubah.

"Kita belum menemukan tempat yang aman untuk bisa helikopter mendarat. Kerena begitu terjalnya, sudut kemiringannya 80 sampai 90 derajat, dinding tegak. Jadi memang kondisi cuaca disini yang menghambat operasi ini bisa berlangsung lama, sebentar (saja) sudah tertutup lagi," imbuhnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement