nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bawa Peta Karton, Erdogan Kutuk Pencaplokan Wilayah Palestina di PBB

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 25 September 2019 15:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 25 18 2109207 bawa-peta-karton-erdogan-kutuk-pencaplokan-wilayah-palestina-di-pbb-9ztIxq2chA.jpg Foto: Reuters.

NEW YORK - Dengan memegang selembar peta karton Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan berbicara di Sidang Majelis Umum PBB, memperlihatkan bagaimana Israel telah mengambil alih tanah warga Palestina secara ilegal. Pidato Erdogan itu mengingatkan orang-orang pada pidato Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu saat memprotes program nuklir Iran pada 2012.

"Di mana tanah Israel dimulai dan berakhir?" Tanya Erdogan, sambil mengangkat peta yang menunjukkan semakin menyusutnya tanah Palestina, dari rencana pemisahan PBB 1948 hingga saat ini. "Hari ini... tampaknya tidak ada kehadiran orang Palestina. Seluruh tanah adalah milik Israel,” katanya sebagaimana dilansir RT, Rabu (25/9/2019). “Tetapi apakah itu cukup bagi Israel? Tidak. Israel masih mau mengambil alih tanah yang tersisa.”

BACA JUGA: Netanyahu Janji Caplok Lebih Banyak Wilayah Tepi Barat Jika Menang Pemilu

Pemimpin Turki itu merujuk pada rencana PM Netanyahu yang dibuat menjelang pemilihan umum baru-baru ini untuk mencaplok wilayah di lembah Sungai Jordan dan Tepi Barat.

Erdogan juga menggunakan presentasinya untuk mengutuk apa yang disebut dengan "Kesepakatan Abad Ini," yang dipromosikan oleh pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump sebagai solusi untuk konflik Israel-Palestina yang berlangsung lama.

Dia berpendapat bahwa tujuan sebenarnya dari rencana AS itu adalah untuk "menghilangkan prioritas negara dan rakyat Palestina". Erdogan memperingatkan bahwa implementasi rencana itu hanya akan menghasilkan "pertumpahan darah".

BACA JUGA: Israel Takut Nuklir Iran Disetujui

Kepada para pemimpin dunia yang berkumpul di Sidang Majelis Umum PBB, Erdogan mengatakan bahwa wilayah Palestina yang ditempati oleh Israel adalah "tempat ketidakadilan yang paling mencolok" di peta. Dia juga mengecam PBB karena tidak efektif, merujuk pada serangkaian resolusi yang mengutuk pendudukan Israel atas Palestina sebagai langkah ilegal, tetapi tidak pernah diimplementasikan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini