nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lerai Perang Antar-Suku di Papua, 1 TNI dan 1 Polisi Terluka

Edy Siswanto, Jurnalis · Rabu 25 September 2019 11:53 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 25 340 2109090 lerai-perang-antar-suku-di-papua-1-tni-dan-1-polri-terluka-1m0PQXRVEi.jpg Pratu Syahrir terbaring usai terkena panah saat lerai perang antarsuku di Puncak Jaya, Papua (Istimewa)

JAYAPURA – Seorang prajurit TNI luka-luka saat berupaya melerai perang antarsuku di Kampung Pagaleme, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, pada Selasa 24 September kemarin. Korban Pratu Syahrir, anggota Batalyon Yonif Raider 751 luka karena terkena anak panah.

Kapendam XVII Cenderawasih, Letkol Cpl Eko Daryanto mengatakan, selain Pratu Syahrir, seorang anggota Polri bernama Briptu Sahar dan tiga warga yang bertikai juga luka-luka dalam perang tersebut.

"Perang antarsuku dipicu adanya pengadangan yang dilakukan kubu BT terhadap KW yang mengakibatkan KW terkena panah di bagian perut pada Senin kemarin, dan keesokan harinya BT ditemukan meninggal dunia akibat panah yang pelakunya belum diketahui," kata Eko, Rabu (25/9/2019).

Meninggalnya BT memicu kemarahan sanak saudaranya, sehingga sekitar pukul 15.00 WIT kemarin diperkirakan sejumlah 200 orang dari kubu BT bergerak dari Kampung Puncak Senyum menuju Kampung Pagaleme dengan membawa senjata tradisional seperti panah.

"Sesampainya di Kampung Pagaleme, mereka langsung menyerang kubu KW dengan melepaskan anak panah. Kedua kubu pun terlibat aksi saling panah,” ujar Eko.

“Aparat keamanan yang terdiri dari personel Polres Puncak Jaya dan Satgas Pamrahwan Yonif Raider 751 berusaha memisahkan dan menghalangi perang antar kampung tersebut dengan melepaskan tembakan peringatan ke udara."

Kedua kubu akhirnya mundur dan sekira pukul 16.00 WIT, konflik dapat dihentikan. Kubu BT mundur ke kampung Pruleme, Distrik Mulia.

"Dari upaya melerai perang suku tersebut, diketahui Pratu Syahrir terkena panah, dan hari ini dirujuk ke Rumah Sakit Marthen Indey untuk penanganan lanjut. Termasuk korban lain," katanya.

Wakil Bupati Puncak Jaya telah melakukan mediasi dua kubu bertikai. Masing-masing pihak sepakat menyerahkan para pelaku yang diduga terlibat dalam pengadangan terhadap KW maupun pembunuhan terhadap BT kepada pihak kepolisian.

Dalam pertemuan tersebut, Kasdim 1714/Puncak Jaya menghimbau kepada semua pihak untuk menahan diri dan menyerahkan permasalahan kepada pihak yang berwenang melalui proses hukum. Ia juga meminta masyarakat Puncak Jaya untuk menjaga perdamaian di Kabupaten Puncak Jaya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini