nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dampak Perang Suku di Timika, Ratusan Warga Mengungsi ke Sentani Jayapura

Edy Siswanto, Jurnalis · Kamis 28 Juli 2016 18:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 07 28 340 1449371 dampak-perang-suku-di-timika-ratusan-warga-mengungsi-ke-sentani-jayapura-cswUE1RFjJ.jpg Pengungsi suku Mimika, Papua (Foto : Edy Siwanto/Okezone)

JAYAPURA - Dampak Perang Suku yang terjadi di wilayah Iliale, Kampung Tunas Matoa, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, sejak 24 Juli lalu dan hingga saat ini dikabarkan belum redam dan tambah meluas, ratusan warga Jemaat GIDI (Gereja Injil Di Indonesia) mengungsi ke Sentani Kabupaten Jayapura.

Jhone Wonda, salah satu koordinator pengungsi ketika ditemui mengatakan, dirinya bersama 232 warga terpaksa harus mengungsi ke Sentani, pasalnya di Distrik Kwamki Narama sudah tidak aman lagi, meskipun diakuinya warga menggunakan biaya sendiri untuk naik pesawat ke Sentani Kabupaten Jayapura.

“Seluruhnya ada 232 warga dari 114 kepala keluarga yang mengungsi ke sini (Sentani). Kami rasa sudah tidak aman lagi di sana, ini pun atas biaya kami sendiri,”ungkapnya, Kamis (28/7/2016).

Pengungsi yang tiba di Sentani, Kabupaten Jayapura adalah kaum ibu dan anak- anak, sedangkan untuk kaum pria masih tertinggal di Timika, dan terdiri dari dua gereja GIDI, masih ada tiga Jemaat gereja lagi yang akan turut mengungsi ke Sentani.

“Sementara diprioritaskan ibu-ibu dan anak-anak dulu, kaum Bapak dan remaja pria belum, masih ada di sana. Ini dari dua gereja, masih ada tiga gereja lagi,” ungkapnya.

Warga yang telah mengungsi di Kabupaten Timika hingga saat ini belum mendapatkan perhatian dari pemerintah, hingga diputuskan untuk mengungsi ke Sentani Kabupaten Jayapura.

“Warga pengungsian di sana tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah, baik kabupaten, maupun provinsi, belum ada uluran tangan pemerintah. Mereka mengungsi sudah mulai hari Senin lalu,” paparnya.

Atas hal itu, dengan pertimbangan keamanan, maka pihaknya memutuskan untuk mengungsi ke Sentani Kabupaten Jayapura.

“Ini kan pusatnya, pusat Provinsi Papua, dan di sini aman, dan kebutuhan di sini bisa dibicarakan, sedangkan di sana, rumah-rumah dibakar, artinya mereka mau tinggal di mana,” ujarnya.

Dirinya berharap, agar pemerintah baik Provinsi maupun Kabupaten, dapat memberikan bantuan kepada pengungsi, dan kedepan agar dapat dibuatkan rumah tinggal untuk mereka tinggal dan menetap.

“Kami tidak akan kembali ke sana, karena kalaupun kembali maka mau tinggal di mana,” ujarnya.

Sebelumnya pada Kamis pagi, Kapolsek Sentani Kota, Kompol Agung Ictiarso Telang telah mendatangi lokasi dan memberikan sejumlah bantuan kepada para pengungsi, dan berjanji akan berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Jayapura. Gelombang pengungsi korban perang suku di Kabupaten Mimika diperkirakan akan terus bertambah, menyusul belum redamnya konflik yang terjadi di daerah itu. (ulu)

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini