Dewi mengaku dirinya sering mengajak ketiga anaknya salat berjamaah. Semakin hari pun, lanjut Dewi, ketiga anaknya menerima kondisi Aditia.
"Kalau sama anak-anak lebih jadi lebih sering salat berjamaah, salatnya bareng-bareng. Tapi anak-anak sekarang tidak apa-apa, itu sudah risiko pekerjaan bapaknya," ucap Dewi.

Dewi mengaku dirinya miris melihat kejadian-kejadian yang menimpa aparat kepolisian belakangan ini. "Yang terakhir kesiram bensin itu, ya Allah, polisi seperti sudah tidak dihargai lagi," tutur Dewi.
Aditya menjadi korban pengeroyokan saat melerai tawuran dua kelompok silat di Wonogiri, Jawa Tengah. Saat kejadian, 8 Mei 2019, Aditia menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Wonogiri.
Baca Juga : Pulang Setelah Dirawat di Singapura, Kompol Aditya Masih Belum Siuman
Akibat peristiwa itu, Kompol Aditya menderita cedera di bagian tengkorak kepalanya karena dipukuli dengan batu konblok.
Baca Juga : Detik-Detik Pengeroyokan Kasatreskrim Polres Wonogiri hingga Koma
(Erha Aprili Ramadhoni)