Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

300 Pelajar Diselamatkan dari Sekolah Penyiksaan Nigeria

Rachmat Fahzry , Jurnalis-Sabtu, 28 September 2019 |18:40 WIB
300 Pelajar Diselamatkan dari Sekolah Penyiksaan Nigeria
Seorang pelajar masih dirantai usai dibebaskan dari sekolah penyiksaan di Kaduna, Nigeria. (Foto/Reuters)
A
A
A

KADUNA - Polisi Nigeria mengatakan lebih dari 300 pelajar telah diselamatkan dari sebuah bangunan tempat mereka ditahan, dilecehkan secara seksual, kelaparan dan disiksa di kota Kaduna.

Mengutip Reuters, Sabtu (28/9/2019) sebagian besar korban adalah anak-anak. Seorang bocah laki-laki terlihat memegang tangan seorang petugas polisi ketika dia jalan terhuyung-huyung, punggungnya terluka seperti telah dicambuk.

"Kami menemukan kondisi para korban sangat tidak manusiawi, banyak dari mereka dirantai," kata juru bicara kepolisian Yakubu Sabo kepada Associated Press.

Ia menambahkan pemilik bangunan dan enam lainnya yang dikatakan sebagai guru telah ditangkap, tambahnya.

Foto/Reuters

Kepala Polisi Kaduna Ali Janga mengatakan kepada BBC bahwa polisi menggerebek gedung setelah mendapat informasi dari kerabat para korban. Dia menggambarkannya sebagai "rumah siksaan" dan tempat perbudakan.

Pemilik bangunan mengatakan kepada polisi bahwa anak-anak dibawa oleh keluarga mereka untuk belajar Al-Quran atau memiliki masalah seperti kecanduan narkoba.

Namun polisi mengatakan tempat itu tidak memiliki izin untuk menjalankan program pendidikan.

"Saya menghabiskan tiga bulan di sini dengan rantai di kaki saya," kata seorang tahanan, Bell Hamza, kepada media Nigeria.

Pemuda lain, Hassan Yusuf, mengatakan kepada Reuters bahwa dia dikirim ke sekolah “penyiksaan” itu karena kelaurga khawatir dia berubah sejah belajar di luar negeri selama beberapa tahun.

"Mereka mengatakan gaya hidup saya telah berubah, saya telah menjadi seorang Kristen, saya telah meninggalkan cara hidup Islam," kata Yusuf.

Hassan Mohammed, paman dari tiga anak yang dibebaskan, mengatakan kepada Reuters bahwa ia melaporkan sekolah itu kepada polisi setelah pihak sekolah melarang keluarga untuk bertemu kerabat mereka.

"Aku memohon, mereka bilang tidak. Kami tidak bisa melihat anak-anak sampai tiga bulan. Ketika kami kembali ke rumah,” kata Mohammed.

Anak-anak yang diselamatkan telah dipindahkan ke sebuah tempat penampungan kamp di sebuah stadion di Kaduna.

(Rachmat Fahzry)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement