Edy kembali menyinggung banyaknya korban dalam unjuk rasa mahasiswa, elemen masyarakat dan pelajar menolak UU KPK, RKUHP serta ranangan undang-undang lainnya di berbagai daerah termasuk Jakarta. Mereka umumnya mengalami kekerasan oleh polisi yang represif menghadapi massa.
"Manusia habis nyawanya di tengah kebrutalan polisi, ditembak, digebuki oleh mereka. Bahkan dari kalangan medis, medis saudara yanh dalam perang sekalipun dilindungi. Medis oleh aparat kita digebuki, dan menyebar hoaks ambulans kita membawa batu, membawa bensin," sambungnya.
"Polisi begitu gagah menjaring dengan Undang-Undang ITE. Mereka menebarkan kebohongan, fitnah, hoax, siapa yg menuntut meraka, mereka dengan mudah bilang mohon maaf. Apakah kita diam saja? Lawan!" ujar Edy sembari memekikkan takbir.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.