Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Terduga Teroris di Indramayu Sedang Mencari Perakit Bom Lewat Medsos

Fathnur Rohman , Jurnalis-Minggu, 29 September 2019 |22:05 WIB
Terduga Teroris di Indramayu Sedang Mencari Perakit Bom Lewat Medsos
Ilustrasi
A
A
A

INDRAMAYU - Terduga teroris yang juga mantan anak punk berinisal D yang ditangkap oleh tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Desa Cangko, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat pada Sabtu (28/9/2019) kemarin, dicurigai terlibat jaringan teroris Islamic State of Iraq Syiria (ISIS).

Menurut Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, terduga teroris berinisial D alias Syuhada merupakan pemilik akun Telegram yang menyebarkan konten radikal. Akun yang dipakai D ialah akun bernama Asy Syahid Al Indunisy@Kitabullah_sunnah.

Disebutkan Truno, lewat akun Telegram itu D mengirimkan pesan obrolan, yang berisi ajakan untuk bertemu di Jannah (surga). Dalam pesan tersebut juga D diketahui sedang mencari orang yang ahli membuat bom.

Baca Juga: Polisi Tangkap Mantan Anak Punk di Indramayu Terkait Jaringan Terorisme

"Akun telegramnya Asy Syahid Al Indunisy. Akun ini bergabung dengan 11 grup Telegram simpatisan ISIS," kata Truno, Minggu (29/9/2019).

Masih disampaikan Truno, ada indikasi jika D memiliki hubungan dengan jaringan teroris Nesti Ode Samili, serta Wawan Wicaksono. Mereka ini berencana akan melakukan aksi bom bunuh diri.

Sedangkan, berdasarkan penuturan Kuwu Desa Cangko bernama Fatkhurohman, D masuk kedalam jaringan teroris karena media sosial. Menurutnya D sempat berkenalan dan menjalin hubungan dengan seorang perempuan. Perempuan ini kemudian mengajak D masuk jaringan teroris untuk berjihad.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement