JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menyebut sebanyak 210 orang harus dilarikan ke rumah sakit, setelah mengikuti aksi demonstrasi di depan Gedung DPR, kemarin. Hingga hari ini, Selasa (1/10/2019), masih ada 15 orang yang harus menjalani perawatan.
Anies tidak menjelaskan korban itu apakah mahasiswa atau pelajar. Sebab, dalam aksi itu juga terlibat anak sekolah hingga berujung bentrok dengan aparat kepolisian.
"Data per tadi pagi jam 07.30 pagi ini ada 210 orang yang dibawa dengan menggunakan kendaraan ambulans untuk dibawa ke rumah sakit, tapi yang harus rawat inap hanya 15," kata Anies saat ditemui di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (1/10/2019).
Berdasarkan data yang diterima, kata dia, seluruh korban itu mayoritas dilarikan ke Rumah Sakit Pertamina, Jakarta Selatan. Ia mengaku tak mengingat rumah sakit mana saja yang menjadi rujukan para demonstran yang luka di tubuhnya.
"Paling banyak ke Rumah Sakit Pertamina," kata dia.
Ia menjelaskan, dalam pengamanan demonstrasi itu mengerahkan 29 ambulans di sekitar lokasi. Hal itu cukup berguna dalam mengangkut peserta aksi yang terkena gas air mata hingga pukulan dari oknum kepolisian.

"Petugas medis bekerja sampai dini hari," ujarnya.
Sebelumnya, Anies mengimbau kepada seluruh mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, agar menyampaikan aspirasi secara tertib dan adab yang baik, sehingga tuntutan mereka dapat terpenuhi.
"Karena lisan pun bisa melakukan pelanggaran, sampai pada tulisan, sampai pengrusakan. Hindari itu. Tunjukkan bahwa menyampaikan aspirasi itu bisa dilakukan dengan cara yang baik," kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin 30 September 2019.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.