JAYAPURA - Pemerintah Kota Jayapura mencatat, nilai kerugian akibat unjuk rasa yang berujung kerusuhan di Ibu Kota Papua beberapa waktu lalu, mencapai Rp97 miliar. Pemprov Papua dan pemerintah pusat diharapkan membantu anggarannya.
Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano mengatakan, pemkot sudah mendata semua kerusakan dan tingkat kerugian yang ditimbulkan akibat kerusuhan di Jayapura.
"(Nilainya) sekitar Rp97 miliar," kata Benhur saat ditemui di Kantor Wali Kota Jayapura, Rabu (2/10/2019).
Baca juga: Damailah Wamena, agar Kami Bisa Kembali

Dia mengatakan, Pemprov Papua dan pemerintah pusat sudah berjanji akan membantu Pemkot Jayapura dalam membangun kembali fasilitas yang rusak dan penanganan ke masyarakat yang terdampak. Pemkot juga akan mengelokasikan dana dari APBD untuk pembangunan pasca-kerusuhan.
Pemkot Jayapura, kata Benhur, sudah menerima bantuan Rp1,2 miliar dari Kementerian Sosial dan Rp5 miliar dari Tahir Foundation.
Baca juga: Pengungsi Kerusuhan Wamena di Jayapura Mulai Terserang Penyakit
Benhur mengatakan, Pemkot Jayapura sudah memberikan bantuan kepada pedagang kaki lima (PKL) yang jadi korban kerusuhan masing-masing Rp5 juta agar mereka bisa melanjutkan usahanya. Kemudian akan dilanjutkan bantuan ke rumah-rumah, toko dan kios-kios yang jadi korban.
Kerusuhan melanda Jayapura pada Kamis 29 Agustus 2019 diawali unjuk rasa massa memprotes tindakan rasis dan diskriminasi ras Papua di Jawa. Demo kemudian berlangsung anarkis.
Massa bentrok dengan aparat, merusak fasilitas umum serta membakar sejumlah bangunan seperti gedung pemerintahan, operator seluler, pertokoan, rumah warga bahkan warung-warung. Massa juga membakar beberapa kenderaan dan melempari hotel, bank hingga pusat perbelanjaan. Lima orang tewas dalam kerusuhan itu.
Jayapura kembali dilanda kerusuhan, pada Senin 23 September 2019. Awalnya, TNI-Polri membawa mahasiswa yang eksodus dari berbagai daerah ke Expo Waena dari tempat mereka berkumpul di Universitas Cenderawasih.
Begitu tiba di Expo Waena, massa mahasiswa yang sedang berdemo bentrok dengan aparat TNI-Polri. Empat orang tewas termasuk seorang TNI. Berikutnya 20 lebih luka-luka termasuk enam Brimob.
Namun, sekarang Kota Jayapura sudah kondusif dan aman. Aktivitas masyarakat berjalan normal 24 jam. Kantor pemerintahan dan swasta sudah beroperasi seperti biasa. Pusat perbelanjaan, pertokoan, tempat hiburan juga mulai ramai kembali.
Benhur meminta warganya tidak lagi melakukan demo di Kota Jayapura seperti maklumat yang dikeluarkan Kapolda Papua.
"Saya minta warga kota mentataati ini, tidak lagi melakukan demo-demo sehingga menimbukkan demo anarkis seperti yang terjadi tanggal 23 (September) di (Expo) Waena, karena masyarakat merasa trauma dan ketakutan," ujarnya.
"Mari kita hidup berdampingan sebagai warga Indonesia yang baik karena kita semua bersaudara," tutupnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.