“Kami beri bantuan benih dan herbisida untuk petani. Tujuannya agar mereka tetap menanam meskipun kemarau. Kita ubah mindset bahwa kemarau bukan halangan untuk menanam,” kata Bambang.
Untuk memacunya, Bambang menjelaskan Kementan menawarkan gerakan percepatan gogo sawah bagi yang minimal melakukan di lahan seluas 100 hektar. Kementan memfalitasi bantuan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk olah tanah dan bantuan transport untuk operator alsintan. Apa yang dilakukan Kementan selama ini tentunya lewat kerjasama dengan berbagai pihak.
“Kami senantiasa koordinasi dengan Kementerian PUPR, BNPB, BMKG, Perum Jasa tirta, Jasindo, Kemendes dan TNI secara bersama sama Babinsa dan Penyuluh mendirikan Posko kekeringan, memberi solusi mengatasi kekeringan dan menyalurkan berbagai bantuan. Hasilnya luas tanam dapat dipertahankan 1 juta hektar per bulan,” jelasnya.
"Prinsip kami adalah terus memotivasi petani bahwa tiada hari tanpa tanam dan panen, sehingga stock beras melimpah sepanjang waktu dan tidak ada lagi cerita stok kurang karena musim paceklik,” tambah Bambang. (ADV) (Wil)
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.