Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polisi Santuni Keluarga Juru Parkir yang Tewas saat Demo di DPR

Achmad Fardiansyah , Jurnalis-Jum'at, 04 Oktober 2019 |17:18 WIB
Polisi Santuni Keluarga Juru Parkir yang Tewas saat Demo di DPR
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengakui kepolisian telah memberikan uang duka Rp10 juta ke keluarga juru parkir, Maulana Suryadi yang meninggal saat demonstrasi di DPR, Senayan, Jakarta.

Menurut Argo, uang duka yang diberikan itu merupakan hal yang wajar. "Kalau seseorang memberikan uang duka kepada keluarga, boleh enggak? Ya udah, ini uang duka aja," katanya di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Baca Juga: Polisi: Juru Parkir Tewas saat Demo di DPR karena Sesak Napas

Ilustrasi

Argo memastikan, kematian Maulana alias Yadi meninggal lantaran sesak napas, dan hal itu berdasarkan pengakuan dari pihak keluarga. Menurut pihak keluarga, Yadi memang memiliki riwayat penyakit sesak napas.

"Jadi, almarhum juru parkir, ibu kandungnya Maspupah itu sudah mendatangi ke RS Polri, Jadi ya sudah lihat jenazahnya, yang bersangkutan tidak ada tanda-tanda kekerasan," ujarnya.

Karena pihak keluarga tidak mengizinkan dilakukan autopsi terhadap jasad korban, Maspupah langsung membuat surat pernyataan bahwa kematian putranya akibat sesak napas. "Buat pernyataan itu. Dan menggunakan materai 6.000," tuturnya.

Baca Juga: Menristek Minta Polri Usut Temuan Polisi Bawa Senjata Api ke Demo Mahasiswa

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement