“Saat ini, Subdivre Jember dan Subdivre Bojonegoro menjadi wilayah yang paling banyak menyerap gabah atau beras petani, bahkan lebih dari 50 persen total serapan Divre Jawa Timur," ujar Andriko.
Menurut Andriko, panen padi masih akan terus berlangsung sampai akhir tahun, pada bulan September lalu sekitar 80 ribu ha, bulan Oktober sekitar 78 ribu ha, dan bulan November sekitar 58 ribu ha.
"Jadi, serapan gabah oleh Bulog Jawa Timur tetap akan kami dorong untuk dioptimalkan sampai akhir tahun,” tambah Andriko.
Pada kesempatan tersebut, Agung yang juga sebagai Ketua Sergap Nasional Kementerian Pertanian menyampaikan terima kasih kepada Perum BULOG atas kerja kerasnya dalam menyerap gabah/beras petani sehingga stok dan harga aman.
"Saya apresiasi kepada Perum BULOG atas pencapaian ini, kita lihat stok dan harga beras sepanjang tahun 2019 ini aman dan terkendali," jelas Agung.
Menurut Agung, indikatornya stok beras di Perum BULOG yang mencapai sekitar 2,4 juta ton, sangat aman. Belum lagi stok di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) yang menjadi barometer perdagangan beras nasional, sangat aman karena mencapai 51 ribu ton, jauh di atas kondisi normal sekitar 30 ribu ton.