Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pesantren At Taubah, Santrinya Tahanan dan Pencetusnya Pemeluk Katolik Taat

Pesantren At Taubah, Santrinya Tahanan dan Pencetusnya Pemeluk Katolik Taat
Suasana di Pesantren At Taubah Lapas Kelas IIB Cianjur (Foto: Istimewa)
A
A
A

CIANJUR - Jika mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Cianjur, Jawa Barat, sempatkan menyambangi Masjid At Taubah, dan melongok beberapa blok di lantai atas dan bawah sebelah selatan masjid. Anda akan menemukan suasana yang sama sekali bukan khas penjara, tapi pesantren.

Itu memang pesantren, namanya Pesantren At Taubah. Berbeda dengan pesantren biasa, yang ‘mondok’ – istilah pesantren untuk orang yang belajar di pesantren – di sina bukan masyarakat umum, tapi para tahanan. Mereka terbagi ke dalam banyak kelompok.

Kelompok-kelompok tahanan belajar di beberapa blok yang disulap menjadi kelas. Tidak ada meja dan kursi. Semua tahanan belajar di lantai beralas tikar. Di luar blok, kelompok-kelompok lain belajar di masjid. Setiap kelompok terdiri dari 10 sampai 20 orang, dengan kelas-kelas yang dibatasi tripleks.

Ada yang belajar baca-tulis huruf Arab. Lainnya belajar membaca Alquran dan tajwid. Kelompok lain serius berdzikir. Di luar kelompok-kelompok itu, satu kelompok tahanan lain berkerumun menyaksikan rekan mereka berwudlu dengan bimbingan asatidz alias ustadz. Usai wudlu, setiap tahanan mengangkat tangan dan berdoa.

“Ini kelompok yang mulai belajar shalat,” ujar Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Cianjur, Gumilar Budirahayu.

Pesantren At Taubah 

Pesantren At Taubah berdiri 9 Mei 2012 dengan seluruh santri adalah tahanan Lapas Kelas IIB Cianjur. Jumlah mereka, menurut perkiraan Gumilar, sekitar 95 persen dari jumlah 833 tahanan di lapas. Sebagian besar tahanan adalah narapidana kasus narkoba, dengan masa hukuman antara tiga sampai 15 tahun.

“Mereka wajib mengikuti kegiatan pesantren,” ujar Gumilar di ruang kerjanya. “Namun, namanya juga manusia, selalu saja ada yang malas dan membandel. Petugas kami tak pernah bosan mengingatkan.”

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement