Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pesantren At Taubah, Santrinya Tahanan dan Pencetusnya Pemeluk Katolik Taat

Pesantren At Taubah, Santrinya Tahanan dan Pencetusnya Pemeluk Katolik Taat
Suasana di Pesantren At Taubah Lapas Kelas IIB Cianjur (Foto: Istimewa)
A
A
A

Selain Sopandi dan Herman Faqih, asatidz lain berasal dari beberapa pesantren di seluruh Cianjur. Setelah tujuh tahun berjalan, Pesantern At Taubah Lapas Kelas IIB Cianjur telah menghasilkan dua da’i. Neneng bin Cece dan Heri Suherlan. Kedua laki-laki itu kerap datang untuk mengajar para tahanan.

Neneng bin Cece kini menjadi penceramah di kampungnya, sedangkan Heri Suherlan, dengan latar belakang pendidikan agama yang lebih baik sebelum menjadi tahanan, kini menjadi kepala sekolah di sebuah madrasah di Cianjur.

Setelah tujuh tahun berjalan, muncul keinginan untuk meningkatkan kualitas Pesantren At Taubah. “Saya sudah berbicara dengan Mama Lapas tentang hal ini,” kata Gumilar. “Saya bertekad menjaga kelangsungan pesantren dan meningkatkan kualitasnya.”

Pesantren At Taubah juga harus memiliki perpustakaan. Pihak Lapas telah membangun rak-rak buku. Untuk isinya, setiap petugas Lapas yang berjumlah 90 orang, diwajibkan menyumbang dua buku. “Saya sendiri akan membeli 50 buku untuk mengisi perpustakaan,” kata Gumilar.

Pesantren At Taubah 

Beberapa waktu lalu, Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami menyatakan pentingnya keberadaan pesantren di dalam Lapas. Baginya. Hal tersebut sangat strategis, apalagi pemerintah pun menekankan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), termasuk bagi warga binaan di dalam Lapas.

Dirjen Utami menambahkan, pembinaan sisi relijius para tahanan dan napi di lapas dan rutan itu memungkinkan pembinaan yang lebih baik dan manusiawi, baik dari sisi mental maupun kepribadian. Menurut Dirjenpas, menyadari betapa pentingnya sisi relijiusitas tersebut, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan telah mencanangkan program penghapusan buta aksara huruf Alquran bagi para tahanan dan napi Muslim sejak September 2018 lalu.

"Sejak hari pertama 1440 H, dengan niat tulus dan ikhlas kita semua berharap bisa menjadi dan mencetak lebih banyak lagi insan-insan Ilahi yang lebih baik dan bertakwa," kata Dirjen Utami. (adv)

(Risna Nur Rahayu)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement