nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aktivis Walhi Tewas dengan Kepala Pecah, Diduga Dibunuh

Senin 07 Oktober 2019 18:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 07 608 2113975 sempat-hilang-aktivis-walhi-sumut-golfrid-siregar-meninggal-dunia-oP4oWYg8Eo.jpg Keluarga dan Para Aktivis Mengelilingi Jenazah Golfrid Siregar di Rumah Sakit (foto: Sindonews)

MEDAN - Aktivis HAM dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara, Golfrid Siregar meninggal dunia setelah sebelumnya sempat menghilang dan ditemuka tak sadarkan diri.

Golfrid mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, pada Minggu 6 Oktober 2019. Almarhum sempat dikabarkan hilang sejak Rabu 2 Oktober 2019 atau sehari sebelum ditemukan dalam kondisi luka berat.

Baca Juga: Polda Sumut Bentuk Tim Usut Kasus Aiptu Pariadi Tembak Istri 

Saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki kasus meninggalnya Golfrid. Bahkan, polisi telah menerima laporan dari keluarga korban terkait dugaan penganiayaan terhadap almarhun yang sebelumnya hilang dan ditemukan dalam keadaan tak sadarkan diri di kawasan Flyover Jamin Ginting, pada Kamis 3 Oktober 2019 dini hari.

“Laporan dari keluarga korban sudah kami terima. Namun saat ini kami masih koordinasi dulu dengan keluarga untuk proses autopsi,” ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja, seperti dikutip iNews, Senin (7/10/2019).

Ilustrasi (foto: Shutterstock) 

Tatan belum mengungkap penyebab pasti kematian korban. Dia menjelaskan hal tersebut masih dalam tahap penyelidikan. "Anggota di lapangan masih olah TKP di lokasi pertama kali korban ditemukan sebelum dibawa ke rumah sakit," katanya.

Hal ini sesuai dengan keterangan Direktur Walhi Sumut Dana Prima Tarigan. Menurutnya saat ditemukan, terdapat luka di bagian kepala. Selain itu harta bendanya hilang.

“Barang-barang korban seperti tas, laptop, dompet dan cincin juga raib,” kata Prima.

Sementara Kepala Departemen Advokasi Walhi Sumut Khairul Bukhari mengatakan, kematian Golfrid dinilai tidak wajar karena banyak kejanggalan. Berdasarkan kronologi kejadian, korban disebut mengalami kecelakaan lalu lintas.

Hanya, hal ini dinilai tidak sesuai dengan kondisi korban dan sepeda motornya. Sebab, sepeda motor korban hanya mengalami kerusakan ringan. Tidak hanya itu, pakaian yang dikenakannya juga tidak mengalami robek.

Sedangkan di tubuh korban juga tidak ditemukan luka serius pada bagian kaki atau tangan sebagaimana korban kecelakaan. Namun, tempurung kepala korban pecah dan di bagian mata mengalami lebam.

“Apakah itu laka lantas atau pembunuhan? Karena kalau dilihat sepeda motornya hanya lecet-lecet kecil, seperti dijatuhkan begitu saja, tidak ada yang pecah atau rusak. Hanya tergores. Sementara kepala korban sebelah kanan pecah sehingga langsung kritis dan meninggal,” kata Khairul Bukhari.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pencuri Uang Rp1,6 Miliar Milik Pemprov Sumut 

Barang berharga milik korban seperti cincin, dompet, tas, laptop serta barang berharga lainnya, raib dari lokasi kejadian. Namun, sepeda motor korban masih ada di lokasi.

Walhi Sumut menduga kematian korban berkaitan dengan aktivitasnya yang saat ini sedang menangani kasus terkait lingkungan hidup. Karena itu, Walhi Sumut mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus kematian rekan mereka.

“Maka kami minta polisi untuk segera melakukan investigasi dan membongkar kasus ini,” ucap Bukhari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini