nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengakuan 3 Gadis Bersaudara Usai Bunuh Ayah Penyiksa

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 10 Oktober 2019 06:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 09 18 2114942 pengakuan-3-gadis-bersaudara-usai-bunuh-ayah-penyiksa-sDxmrnOPxM.jpg Krestina, Angelina dan Maria. (Foto/East2 West/Daily Mail)

SEBUAH video telah dirilis memperlihatkan pengakuan tiga gadis bersaudara setelah mereka membunuh ayah mereka yang suka menyiksa anaknya secara seksual dan emosional.

Ketiga gadis itu menghadapi dakwaan pembunuhan karena membunuh ayah mereka Mikhail Khachaturyan (57) pada Juli 2018. Ayah mereka, menurut pengakuan ketiga saudara itu selalu menyiksa.

Krestina (19), Angelina (18) dan Maria (17) membunuh ayah mereka dengan pisau dan palu. Mereka mengklaim pembunuhan karena membela diri setelah bertahun-tahun mengalami penyiksaan.

Namun dalam video yang dirilis, mereka mengakui ayah mereka dibius dan duduk di kursi serta secara tidak secara langsung mengancam mereka sebelum tewas.

Sebelumnya, Maria mengklaim dalam rekaman telepon layanan darurat Rusia (999), mengatakan ayahnya mengancam mereka menggunakan pisau di apartemen. Salah seorang putri Khachaturyan berhasil merampas pisau itu, dan menusuknya yang kemudian diikuti oleh dua orang lainnya.

Baca juga: 2 Wanita Perkosa Pria Pakai Mainan Seks Gegara iPhone

Baca juga: Influencer Instagram Rusia Ekaterina Karaglanova Ditemukan Tewas Dalam Koper

Namun dalam video polisi di tempat kejadian, di apartemen keluarga mereka, Maria mengatakan, "Dia duduk di kursi ini, di sudut itu.”

"Aku dan Angelina mendekat dari belakang, dia memegang palu, aku memegang pisau."

Foto/Daily Mail

Angelina mengatakan bahwa dia telah menyiapkan makanan untuk ayah mereka yang bercerai dengan ibunya.

“Lalu kami bilang, ‘ayo kita ambil risiko,’” kata Angelina.

“Dan kami bertanya kepada kakak perempuan tertua kami, jadi dia membantu kami dan menyemprotkan semprotan merica,” lanjutnya.

Angelina menceritakan pada saat itu, dia berada di sebelah kiri ayahnya dan Maria di sisi kanan.

“Dia (Maria) pertama-tama menikamnya dengan pisau,” kata Angelina. Namun serangan itu membuat Khachaturyan bangun.

“Lalu aku pukul dia dengan palu. Dua kali,” ujar Angelina.

Dalam rekaman layanan darurat, Maria mengatakan bahwa ayahnya di bawah pengaruh obat-obatan ketika dia tewas.

Tetangga maupun teman Khachaturyan berkata, pria 57 tahun itu bersikap jahat kepada keluarganya.

Istrinya pergi karena tak tahan dengan perbuatannya. Begitupun putranya yang kini berkuliah di Universitas Moskow.

Sedangkan rekan Khachaturyan mengatakan, dia terlibat dalam dunia kejahatan dengan menjadi bos para mafia yang tidak pernah bekerja, dan menerima pembayaran di kartu kreditnya.

Maria yang berpura-pura menjadi salah satu dari kakak perempuannya saat menghubungi layanan darurat, ditanya petugas, "Dia menyerangmu dengan pisau?"

"Ya," jawab Maria.

Operator layanan darurat bertanya lagi, "Siapa di antara kamu yang menikamnya?"

"Aku," serunya.

Namun dalam kesaksian lain, Maria menjelaskan bahwa dia bersama kedua saudaranya menyerang ayahnya belakang.

“Serentak. Aku menusuk lehernya dari belakang. Angelina memukulnya dengan palu dari samping, beberapa kali di kepalanya.

Angelina juga dikutip mengklaim bahwa saudari tertuanya mendesak agar saudara-saudaranya tidak membunuh ayahnya.

“Krestina berusaha membujuk kami, memohon, ‘Jangan lakukan ini,’” katanya.

Krestina dan Angelina terancam dipenjara antara delapan dan 20 tahun.

Pengadilan telah memutuskan bahwa Maria tidak memahami tindakannya ketika dia menjadi bagian pembunuhan.

Akibatnya Maria tidak akan menghadapi hukuman penjara dan bisa terlepas dari putusan.

Setelah serangan itu, Maria mengakui, “Kami semua takut. Sepertinya Krestina memeriksa nadinya. Aku memanggil ambulans dan polisi."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini