"Dia (Nesti) dipersiapkan sebagai suicide bomber," katanya.
Seperti diketahui, Nesti diduga terpapar paham radikal setelah mempelajari paham radikal secara otodidak lewat melalui media sosial. Nesti juga diduga pernah berinteraksi dengan pimpinan JAD Bekasi, Fazri Pahlawan alias Abu Zee Ghuroba.
Baca juga: Densus 88 Tangkap Oknum Polwan yang Diduga Terpapar Radikalisme
Dia juga sudah dua kali ditangkap Densus 88 Antiteror. Pertama, Nesti ditangkap Polda Jawa Timur saat ingin berangkat ke Surabaya. Nesti kembali ditangkap oleh Densus 88 Antiteror di Yogyakarta pada akhir September 2019.
Bripda Nesti ditangkap lantaran berada di bawah pengawasan Densus 88 dan diduga aktif dalam kegiatan-kegiatan bersama kelompok radikal.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.