Dari hasil pemeriksaan, yang bersangkutan mengaku tidak memiliki niat dan maksud mengehina atau menjelekkan siapapun. Meski demikian, pihak Dindik Kita Serang akan melakukan pengkajian dengan ahli bahasa.
"Kata yang bersangkutan tidak bermaksud apa apa, cuma kontennya perlu dikaji lebih dalam, apa maksudnya itu, dia lebih ngomong becanda dikatakan khilaf," ujarnya
Agar kejadian tidak terulang, Subadri meminta kepada guru dan masyarakat Kota Serang agar lebih bijak menggunakan media sosial. "Di era digital tidak boleh iseng-iseng di medsos karena jarimu harimaumu," pesannya.
(Qur'anul Hidayat)