Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Puluhan Babi Mati Terserang Virus Kolera, Warga Was-Was

Robert Fernando H Siregar , Jurnalis-Selasa, 15 Oktober 2019 |18:17 WIB
Puluhan Babi Mati Terserang Virus Kolera, Warga Was-Was
Vaksinasi Babi di Taput (Foto: Okezone/Robert)
A
A
A

Kemudian, sambung Sondang E Y Pasaribu, melakukan penyuluhan atau sosialisasi kepada masyarakat untuk melaksanakan sanitasi dan desinfeksi kandang. Tidak memotong ternak yang tertular, untuk tidak membawa atau mendatangkan ternak dari daerah tertular dan mengubur ternak yang mati atau tidak membuang ke sungai.

“Kita telah membuat Surat Edaran Bupati ke seluruh Camat dan Kepala Desa/Lurah dan Majelis Gereja, untuk mengantisipasi penularan yang lebih luas dan segera menginformasikan ke petugas Peternakan, apabila disinyalir ada penularan virus pada ternak,”ujar Sondang S E Pasaribu.

Kepada masyarakat peternak, imbuh Sondang E Y Pasaribu, agar tidak mendatangkan ternak dari daerah tertular (dari luar daerah). Melaksanakan sanitasi dan desinfeksi (dengan desinfektan) kandang ternak. Tindakan tersebut diharapkan dapat memutus rantai virus yang menyerang ternak.

“Virus Hog Cholera pertama sekali merebak di Eropa. Sebelumnya wabah Hog Cholera terjadi di Medan, menyebar ke Kabupaten Dairi, Kabupaten Humbang Hasundutan dan selanjutnya ke Kabupaten Taput,” pungkas Sondang E Y Pasaribu.

Pihak Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Pemerintah Kabupaten Taput melakukan pemberian vaksinasi Hog Cholera pada ternak.

(Khafid Mardiyansyah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement