nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Amerika Serikat Luncurkan Serangan Siber ke Iran

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 16 Oktober 2019 19:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 16 18 2117744 amerika-serikat-luncurkan-serangan-siber-ke-iran-csCSYo9C5X.jpg Ilustrasi. (Foto/Shutterstock)

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) melakukan operasi siber rahasia terhadap Iran setelah serangan 14 September yang menargetkan fasilitas minyak Arab Saudi

AS dan Saudi menuduh Iran berada di balik serangan, yang dibantah oleh Teheran.

Para pejabat AS, yang berbicara kepada Reuters, dengan syarat anonim, mengatakan operasi itu terjadi pada akhir September dan membidik kemampuan Iran untuk menyebarkan "propaganda."

Salah satu pejabat mengatakan serangan siber memengaruhi perangkat keras fisik, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Baca juga: Diduga Ditembak Rudal, Kapal Tanker Iran Meledak di Dekat Pelabuhan Jeddah

Baca juga: Serangan Kilang Minyak Saudi, Amerika Akan Kirim Pasukan Pertahanan

Foto/Reuters

Serangan itu menegaskan pemerintahan Presiden Donald Trump telah berusaha untuk melawan agresi Iran tanpa memicu konflik yang lebih luas.

Serangan siber lebih lunak dibanding serangan Iran yang telah menembak jatuk pesawat tak berawak (drone) milik AS pada bulan Juni.

Amerika Serikat, Arab Saudi, Inggris, Prancis, dan Jerman secara terbuka menyalahkan serangan 14 September terhadap Iran. Kelompok militan Houthi yang berpihak Iran di Yaman mengaku bertanggung jawab.

AS merespons dengan mengirim ribuan pasukan dan peralatan tambahan untuk meningkatkan pertahanan Saudi.

Kementerian Pertahanan AS menolak berkomentar tentang serangan siber.

"Sebagai masalah kebijakan dan untuk keamanan operasional, kami tidak membahas operasi dunia maya, intelijen, atau perencanaan," kata juru bicara Kemenhan AS, Elissa Smith.

Dampak serangan, jika ada, bisa memakan waktu berbulan-bulan untuk ditentukan, tetapi serangan dunia maya dipandang sebagai opsi yang kurang provokatif.

Ketegangan di Teluk telah meningkat sejak Mei 2018, ketika Trump menarik diri dari Rencana Aksi Komprehensif 2015 bersama dengan Iran yang membatasi program nuklirnya dengan imbalan pelonggaran sanksi.

Iran juga telah menggunakan taktik serangan siber terhadap Amerika Serikat. Bulan ini, sebuah kelompok peretasan yang tampaknya terkait dengan pemerintah Iran mencoba menyusup ke akun email terkait kampanye Trump.

Pada bulan Agustus dan September, kelompok yang dijuluki Microsoft sebagai "Fosfor," melakukan lebih dari 2.700 upaya untuk mengidentifikasi akun konsumen, kemudian menyerang 241 di antaranya.

Teheran juga dianggap sebagai pemain utama dalam menyebarkan disinformasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini