nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Petani Milenial Sukses, Sandi Octa Susila Beromzet Rp500 Juta per Bulan

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Jum'at 18 Oktober 2019 18:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 18 1 2118777 petani-milenial-sukses-sandi-octa-susila-beromset-rp500-juta-per-bulan-OqPvwuolLV.jpg Sandi Octa Susila/kiri (Foto: Instagram Sandi Octa)

CIANJUR - Sandi Octa Susila (26), pemuda asal Cianjur, Jawa Barat ini menjadi contoh petani milenial sukses. Dia dinobatkan sebagai salah satu 'Duta Petani Milenial' oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) pada Kementerian Pertanian.

Sandi menceritakan pengalamannya terjun ke sektor pertanian. Dia mengaku menggeluti bisnis pertanian sejak 2015 silam.

"Saya mulai usaha tahun 2015, awal itu saya semester 5 bekerjasama kecil-kecilan dengan fast food. Setelah itu, sampai saat ini saya mengelola 25 klien hotel-hotel memasok hasil pertanian di wilayah Bogor. Segmen kita modern market," ucap Sandi.

Ada 141 item holtikutura yang dihasilkan di antaranya tomat, buncis, cabai dan kembang kol. Sandi kini membina 385 petani dan pengelolaan lahan seluas 120 hektare tersebar di berbagai wilayah dengan omset sekitar Rp500 juta per bulan.

"Lahan pribadi 8 hektare, mendapat amanah dari PTPN 8 mengelola 94 hektare, kurang lebih dengan yang lain jadi 120 hektar. Alhamdulillah omset sekitar Rp500 juta kalau lagi tinggi sampai Rp800 juta," ungkapnya.

Bahkan, Sandi tengah bersiap diri untuk memenuhi permitaan komoditi sayuran di antaranya jengkol dan daun singkong diekspor ke Dubai. Rencananya, ekspor itu akan dimulainya akhir tahun ini.

"Kita sedang menggarap permintaan Timur Tengah dari Dubai. Komoditas yang susah di sana jengkol dan daun singkong. Kita tahap uji coba mempelajari costingnya karena kita memberangkatkan lewat pesawat, karena sayuran harus segar. Insya allah akan dimulai tahun ini," pungkas Sandi.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Dedi Nusyamsi mengajak kaum milenial Indonesia tidak gengsi untuk terjun ke dunia pertanian.

Menurut Dedi, pertanian adalah sektor prioritas dengan jumlah pintu pasar paling banyak di dunia. Sehingga peluang pusaha untuk ekspor produk pertanian sangat menjanjikan.

"Jangan gengsi. Intinya duit. Kalau misalnya di satu tempat sektor pertanian duitnya, banyak semut-semut akan datang," kata Dedi dalam acara Jambore Petani Milenial di Kebun Raya Cibodas, Cianjur, Jumat (18/10/2019).

Kementan 

Kementan menargetkan mencetak 1 juta petani milenial setiap tahun. Jika itu tercapai bukan tidak mungkin Indonesia dapat mengalahkan Amerika dalam hal sektor pertanian serta menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045 mendatang.

"Harapan kita, setiap tahun ada 1 juta petani milenial kalau ini berjalan dengan baik makmur Indonesia. Sekarang jumlahnya kurang dari 1.000, tapi jika terus didorong dengan masif saya yakin bisa," jelasnya.

Kementan dalam hal ini juga terus menggejot para petani milenial yang ada melalui berbagai bimbingan dan pemahaman teknologi pertanian. Dengan begitu, mereka dapat menularkan hal postif dan mengajak kaum milenial lain terjun ke sektor pertanian

"Jadi selain regulasi tapi inovasi juga harus didukung kita ada dari Badan Litbang dan perguruan tinggi ke petani milenial. Kita punya Politeknik Pertanian, alumni kita dorong, kita kasih modal berwirausaha dengan harapan mengembangkannya," ungkapnya. (cm)

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini