nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kerusuhan Besar Guncang Ibu Kota, Chile Umumkan Keadaan Darurat

Rahman Asmardika, Jurnalis · Minggu 20 Oktober 2019 13:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 20 18 2119290 kerusuhan-besar-guncang-ibu-kota-chile-umumkan-keadaan-darurat-IrnLErYkFk.jpg Sebuah bus yang dibakar dalam kerusuhan di Ibu Kota Chile, Santiago, 19 Oktober 2019. (Foto: Reuters)

SANTIAGO – Militer Chile berjaga di jalan-jalan Ibu Kota Santiago pada Sabtu pagi setelah Presiden Sebastian Pinera mengumumkan keadaan darurat di tengah demonstrasi besar-besaran memprotes peningkatan tarif angkutan umum.

Javier Iturriaga del Campo, jenderal yang ditunjuk oleh Pinera, mengatakan pada konferensi pers di istana kepresidenan Moneda di Santiago pada Sabtu dini hari bahwa pasukannya akan memfokuskan patroli mereka pada "daerah yang paling dilanda konflik" tetapi tidak akan memberlakukan jam malam " untuk saat ini".

BACA JUGA: Kawanan Maling Dikirim Khusus dari Chile ke Inggris untuk Bobol Rumah Orang Kaya

"Rekomendasi untuk orang-orang adalah mereka bisa pulang bersama keluarga dan tenang," katanya sebagaimana dilansir Reuters, Minggu (20/10/2019).

"Kami mengambil kendali, mengerahkan pasukan kami sedemikian rupa sehingga kami dapat mencegah tindakan vandalisme yang berkelanjutan dan memiliki perasaan yang lebih baik di pagi hari tentang apa yang terjadi."

Pengumuman status darurat itu disampaikan Pinera yang berwajah muram tak lama setelah tengah malam datang menyusul kerusuhan hebat selama 12 jam di pusat kota. Demonstran bentrok dengan polisi yang menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan mereka.

Petugas pemadam kebakaran dan angkutan umum mengatakan bahwa stasiun kereta, bus, dan kantor pusat perusahaan utilitas listrik Enel dibakar para demonstran.

Polisi mengatakan kepada Reuters bahwa pada Jumat saja, 156 polisi telah terluka, termasuk lima yang berada dalam kondisi serius. Empat puluh sembilan mobil polisi rusak, 41 stasiun metro dirusak dan 308 orang ditahan.

BACA JUGA: Chile Jatuhkan Vonis Terhadap Enam Orang Atas Pembunuhan Mantan Presiden

Keputusan untuk mengerahkan militer disambut Keterkejutan yang meluas di Chile, negara yang hidup di bawah kediktatoran militer selama 17 tahun hingga 1990.

Lucia Dammert, seorang ahli keamanan publik di Universitas Santiago, menulis di Twitter bahwa ketika ada tank di jalan-jalan "kita semua telah kalah."

"Keadaan darurat adalah langkah terakhir, pemerintah memiliki banyak alat lain yang tersedia untuk menenangkan keadaan," katanya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini