nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Supermarket Terbakar dalam Kerusuhan di Chile, Tewaskan Tiga Orang

Rahman Asmardika, Jurnalis · Minggu 20 Oktober 2019 17:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 20 18 2119378 supermarket-terbakar-dalam-kerusuhan-di-chile-tewaskan-tiga-orang-4D0YVXXcPq.jpg Foto: AFP.

SANTIAGO - Tiga orang tewas akibat kebakaran di dalam sebuah supermarket di Ibu Kota Chile pada malam kedua demonstrasi yang melanda negara itu. Dua korban dilaporkan meninggal di tempat kejadian sementara yang lainnya meninggal setelah dibawa ke rumah sakit.

Presiden Sebastián Piñera telah menangguhkan kenaikan tarif angkutan umum yang memicu protes massal tersebut, tetapi kerusuhan terus berlanjut. Tentara dan tank dikerahkan setelah pemerintah mengumumkan keadaan darurat dan memberlakukan jam malam di ibu kota.

BACA JUGA: Kerusuhan Besar Guncang Ibu Kota, Chile Umumkan Keadaan Darurat

Protes telah meluas untuk mencerminkan ketidakpuasan umum tentang tingginya biaya hidup di salah satu negara paling stabil di Amerika Latin itu.

Kerusuhan terburuk di Chile dalam beberapa dasawarsa itu, telah menyingkap perpecahan di negara tersebut. Chile merupakan salah satu yang terkaya di Amerika Selatan, tetapi juga salah satu yang memiliki ketidaksetaraan tertinggi, sehingga memunculkan seruan untuk reformasi ekonomi yang intensif.

Di beberapa bagian Santiago, ratusan tentara dikerahkan di jalan-jalan untuk pertama kalinya sejak 1990, ketika Chili kembali ke demokrasi setelah kediktatoran Augusto Pinochet.


Foto: AFP.

Pada hari kedua demonstrasi yang penuh kekerasan, pengunjuk rasa mendirikan barikade dan membakar bus, dan polisi menggunakan gas air mata dan meriam air. Bentrokan pecah di pusat kota dengan Wali Kota Felipe Alessandri menggambarkan situasi kacau.

Berbicara di televisi, Presiden Piñera mengatakan bahwa dia telah mendengarkan "dengan rendah hati suara rekan saya" dan untuk ketidakpuasan atas biaya hidup. Demikian diwartakan BBC, Minggu (20/10/2019).

Jenderal Javier Iturriaga del Campo, yang bertanggung jawab atas keamanan di Santiago di bawah keadaan darurat, mengatakan jam malam akan diberlakukan antara pukul 22:00 sampai 07:00 di kota dan daerah-daerah sekitarnya.

BACA JUGA: Chile Jatuhkan Vonis Terhadap Enam Orang Atas Pembunuhan Mantan Presiden

Militer akan membantu polisi berpatroli di jalan-jalan selama keadaan darurat 15 hari yang dinyatakan yang memungkinkan pihak berwenang untuk membatasi kebebasan bergerak dan hak mereka untuk berkumpul. Polisi mengatakan sejauh ini lebih dari 300 orang telah ditangkap, dan 156 polisi terluka, seperti 11 warga sipil.

Surat kabar El Mercurio melaporkan protes juga terjadi di Kota Concepcion, Rancagua, Punta Arenas, Valparaíso, Iquique, Antofagasta, Quillota dan Talca.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini