nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Kenya Tunjuk Orang Mati Jadi Pimpinan Lembaga Perfilman

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 21 Oktober 2019 09:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 20 18 2119418 menteri-kenya-tunjuk-orang-mati-jadi-pimpinan-lembaga-perfilman-5xmVRxKEhs.jpg Pemerintahan Presiden Uhuru Kenyatta memiliki masalah terkait pegawai hantu. (Foto: Reuters)

NAIROBI – Menteri Komunikasi dan Informasi Kenya Joe Mucheru tengah disorot setelah menunjuk orang yang sudah mati untuk menjabat sebagai pimpinan di lembaga perfilman.

Dalam sebuah pemberitahuan pada 16 Oktober, Mucheru memilih mendiang Robert Kochalle, yang meninggal pada 28 Mei 2018, sebagai anggota dewan Dewan Klasifikasi Film Kenya (KFCB). Sampai kematiannya, Kochalle telah memiliki karier yang sukses dalam pelayanan publik, dengan penunjukan tertinggi sebagai asisten Menteri Pariwisata dan Margasatwa.

BACA JUGA: Sebulan Jelang Pemilu, Mendagri Kenya Meninggal Dunia

Tetapi pada Selasa pekan lalu, ia diangkat kembali untuk membantu mengatur industri film di Kenya selama tiga tahun. Demikian diwartakan The East African.

Menurut Mucheru, Kochalle seharusnya menempati jabatannya dan mendapat gaji mulai Senin, 21 Oktober.

Penunjukan Kochalle memperlihatkan salah satu cara yang digunakan pekerja hantu untuk mendarat di daftar gaji layanan publik, melalui pemeriksaan yang buruk atau tidak adanya pemeriksaan sama sekali.

Pekerja hantu adalah masalah besar bagi pemerintahan nasional dan daerah dengan Presiden Uhuru Kenyatta dan gubernur berjuang untuk memotong tagihan upah publik yang saat ini mencapai lebih dari Ksh700 miliar (sekira Rp95 triliun).

Kesalahan Mucheru juga menimbulkan pertanyaan serius tentang kualitas pemeriksaan latar belakang pejabat yang akan dinominasikan sebelum mereka ditunjuk untuk menjalankan departemen dan lembaga pemerintah.

Idealnya, pemberitahuan itu seharusnya melalui beberapa tahap persetujuan — dengan komite seleksi dan pengacara di KFCB dan kementerian Informasi dan Komunikasi, dan editor di The Government Printer menelusuri nama-nama itu.

BACA JUGA: Rival Boikot Debat Kandidat, Cawapres Kenya Ini Tampil Sendirian

Pimpinan KFCB, Ezekiel Mutua pada Kamis membela Mucheru atas penunjukan Kochale mengatakan bahwa hal itu bukanlah masalah besar.

"Masalah kecil yang dibesar-besarkan di luar proporsi," kata Mutua dalam tweetnya. "Dewan menyampaikan pemberitahuan kepada kementerian untuk penggantian dan secara tidak sengaja dia diangkat kembali."

"Itu bukan kesalahan Mucheru sama sekali karena percakapan dimulai ketika KFCB berada di bawah Kementerian Olahraga & Kebudayaan," tambahnya. Namun, jawaban Mutua tidak meredakan kemarahan warga Kenya.

"Masalah kecil? Ini menunjukkan betapa mediokernya kantor-kantor pemerintah, ” kata seorang pengguna Twitter.

"Ini tidak mungkin (kesalahan) kecil karena pria itu berhak atas gaji, tunjangan dan memegang posisi publik, yang seandainya kita tidak mengangkatnya, akan berlalu," kata pengguna lainnya.

Menyusul kegemparan publik, Mucheru pada Jumat menggantikan Kochalle dengan jandanya, Charity.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini