nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Adik Presiden Honduras Dinyatakan Bersalah Atas Kasus Penyelundupan Narkoba

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 21 Oktober 2019 16:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 21 18 2119684 adik-presiden-honduras-dinyatakan-bersalah-atas-kasus-penyelundupan-narkoba-tcqL7IS0KD.jpg Tony Hernandez. (Foto/CBC)

NEW YORK – Pengadilan New York menyatakan Juan Antonio "Tony" Hernández, adik lelaki Presiden Honduras Juan Orlando Hernández bersalah atas penyelundupan narkoba.

Tony Hernández (41) ditangkap pada November 2018 di Miami, AS.

Menyitir BBC, Senin (21/10/2019) jaksa penuntut mengatakan mantan anggota kongres itu menggunakan koneksi pemerintahnya untuk menyelundupkan kokain melalui Honduras ke AS.

Tim kuasa hukum Tony menolak putusan itu dengan menyebut putusan "tidak konsisten dengan kebenaran", dan akan mengajukan banding.

Tony Hernández dihukum atas empat tuduhan terpisah, termasuk konspirasi narkoba untuk mengimpor kokain ke AS dan pelanggaran senjata.

Baca juga: Korupsi Rp10,6 Miliar, Istri Eks Presiden Honduras Terancam Hukuman Maksimal 87 Tahun Penjara

Baca juga: Adik Presiden Honduras Diklaim Terima Rp14 M dari Raja Narkoba Meksiko

Asisten Jaksa AS, Jason Richman mengatakan selama persidangan bahwa Tony adalah bagian dari "organisasi yang disponsori negara" yang mendistribusikan kokain di AS selama bertahun-tahun, dan walikota, anggota kongres, jenderal militer yang korup (dan) kepala polisi melindungi Tony.

Beberapa kokain yang diangkutnya dikatakan telah dilabeli dengan inisial "TH" (Tony Hernandez).

Tony juga dinyatakan bersalah memberikan pasukan keamanan senjata lengkap setiap pengiriman narkoba.

Jaringan penyelundupan narkoba dikatakan telah beroperasi di Kolombia, Honduras dan Meksiko menggunakan pesawat, speedboat dan kapal selam.

Tony dilaporkan mengatur pengiriman kokain, menyuap pejabat penegak hukum untuk informasi sensitif untuk melindungi pengiriman obat-obatan, dan meminta suap dari penyelundup narkoba.

Jaksa penuntut AS juga mengatakan raja narkoba Meksiko yang dipenjara Joaquín "El Chapo" Guzmán telah memberi Tony Hernández USD1 juta (sekira Rp14 miliar) sebagai suap yang untuk mencapai presiden Honduras.

Namun Juan tidak didakwa dalam kasus ini dan secara konsisten membantah tuduhan terhadap saudaranya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini