nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pejabat Inggris: Menyamar Jadi Iran, Hacker Rusia Serang Organisasi di 20 Negara

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 21 Oktober 2019 19:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 21 18 2119840 pejabat-inggris-menyamar-jadi-iran-hacker-rusia-serang-organisasi-di-20-negara-FHyP3smkND.jpg Ilustrasi. (Foto/Shutterstock)

LONDON - Peretas (hacker-red) Rusia yang menyaru menjadi kelompok peretas asal Iran dilaporkan menyerang pemerintah dan organisasi industri di puluhan negara.

Para penyerang menyamar sebagai hacker dari Iran, kata pejabat Inggris dan AS mengatakan melansir Reuters, Senin (21/10/2109).

Kelompok Rusia itu dikenal sebagai "Turla". Mereka dituduh oleh otoritas Estonia dan Ceko beroperasi atas Badan keamanan Rusia (FSB). Kelompok itu menggunakan alat dan infrastruktur Iran untuk meretas ke dalam organisasi di setidaknya 20 negara selama 18 bulan terakhir.

Kampanye peretasan paling aktif di Timur Tengah tetapi juga menargetkan organisasi di Inggris.

Baca juga: Hacker Pemerintah Iran Berusaha Retas Kampanye Pemilihan Trump 2020

Baca juga: Amerika Serikat Luncurkan Serangan Siber ke Iran

Paul Chichester, seorang pejabat senior dari Badan Intelijen Sinyal Inggris (GCHQ), mengatakan operasi tersebut mengembangkan serangan dan metode baru untuk menutupi jejak mereka dengan cara yang lebih baik.

Dalam sebuah pernyataan yang menyertai penasehat bersama dengan Badan Keamanan Nasional AS (NSA), GCHQ mengatakan ingin meningkatkan kesadaran industri tentang aktivitas tersebut dan membuat serangan lebih sulit bagi lawan-lawannya.

"Kami ingin mengirim pesan yang jelas bahwa meski pelaku [serangan] siber berusaha menutupi identitas mereka, kami berhasil mengidentifikasi mereka," kata Chichester, yang menjabat sebagai direktur operasi Badan Keamanan Siber Inggris (NCSC).

Rusia dan Iran berulang kali membantah tuduhan Barat tentang peretasan.

Para pejabat Barat menilai Rusia dan Iran sebagai dua ancaman paling berbahaya di dunia maya, bersama China dan Korea Utara.

Para pejabat intelijen mengatakan tidak ada bukti kolusi antara Turla dan kelompok peretasan Iran "APT34".

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini