Share

Kasus Para Pembunuh Bayaran Saling Oper Pekerjaan, Ujungnya Korban Disuruh Pura-Pura Mati

Rachmat Fahzry, Okezone · Rabu 23 Oktober 2019 09:07 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 22 18 2120422 kasus-para-pembunuh-bayaran-saling-oper-pekerjaan-ujungnya-korban-disuruh-pura-pura-mati-xoyHksNKqp.jpg Pera pembunuh bayaran ditampilkan depan publik. (Foto: Pengadilan Nanning/BBC)

GUANGXI – Sekelompok pembunuh bayaran ditangkap usai pelaku terakhir tidak mampu membunuh targetnya dan meminta calon korban untuk pura-pura mati.

Para pembunuh bayaran itu mendapat tugas untuk membuhuh seorang pengusaha di Guangxi, China.

Pernyataan pengadilan, mengutip BBC, Selasa (22/10/2019) pengusaha Tan Youhui menyewa pembunuh bayaran untuk mengambil nyawa pesaingnya, Wei Mou, dengan bayaran USD282.000 (sekira Rp3,9 miliar).

Namun pembunuh bayaran itu menyewa orang lain untuk melakukan pekerjaan itu, dengan menawarkan USD141.000 (sekira Rp1,9 miliar). Kemudian, orang itu menyewa pembunuh bayaran lainnya, yang mempekerjakan pembunuh bayaran lainnya, untuk mempekerjakan pembunuhan.

Rencana itu berantakan ketika pembunuh bayaran terakhir bertemu Wei di sebuah kafe dan mengusulkannya untuk berpura-pura mati.

Baca juga: Otoritas China Temukan 13,5 Ton Emas di Rumah Mantan Gubernur

Baca juga: Buron 17 Tahun, Narapidana Kasus Perdagangan Wanita Sembunyi di Gua Terpencil

Keenam orang itu—lima pembunuh bayaran dan Tan—dihukum karena percobaan pembunuhan oleh pengadilan di Nanning, Guangxi, setelah persidangan yang berlangsung tiga tahun.

Kisah pembunuh bayaran menyewa pembunuh bayaran ini terjadi pada 2013, ketika Wei mengambil tindakan hukum terhadap perusahaan Tan, begitu tulis Pengadilan Menengah Rakyat Nanning di situs webnya.

Takut uangnya akan habis karena proses pengadilan yang panjang, Tan menghubungi pembunuh bayaran bernama Xi Guangan dan menawarinya USD282.000 untuk membunuh Wei.

Xi menerima pekerjaan itu tetapi tidak lama kemudian ia meminta pembunuh bayaran lain bernama Mo Tianxiang, untuk membunuh Wei dengan bayaran 1 juta yen. Setelah Mo menyanggupi, Xi bernegosiasi ulang kepada Tan untuk dibayar 1 juta Yen lagi setelah pembunuhan.

Tapi Mo menghubungi pria lain, yakni Yang Kangsheng, yang setuju untuk melakukan pembunuhan dengan uang muka 270.000 Yen (sekira Rp34 juta), dan 500.000 Yen (sekira Rp64 juta) dibayar setelah pembunuhan.

Yang Kangsheng kemudian menawarkan pekerjaan pembunuhan kepada Yang Guangsheng, dengan imbalan 200.000 Yen (sekira Rp25 juta) untuk membunuh Wei, dan 500.000 Yen setelah selesai.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Akhirnya, rantai pekerjaan itu berakhir ketika Yang Guangsheng menawarkan pembunuh bayaran kepada Ling Xiansi yang menawarkan 100.000 Yen (sekira Rp12 juta) untuk membunuh Wei.

Alih-alih melakukan pembunuhan itu, Ling bertemu dengan Wei di sebuah kafe. Dia kemudian memberi tahu Wei bahwa dirinya akan dibunuh. Ling lalu mengusulkan sebuah rencana, agar Wei memalsukan kematiannya.

Wei setuju. Ia pun difoto dengan pose disumpal dan diikat. Hasil foto itu dibawa Ling ke Yang Guangsheng. Namun Wei segera melaporkan kasus tersebut ke polisi.

Kasus ini awalnya disidangkan pada tahun 2016, tetapi keenam terdakwa dibebaskan karena kurangnya bukti. Jaksa mengajukan banding atas keputusan tersebut, dan persidangan kedua berlangsung tiga tahun.

Tan, yang mempekerjakan pembunuh bayaran asli, dijatuhi hukuman lima tahun penjara, sementara Xi, pembunuh bayaran pertama, dijatuhi hukuman tiga tahun enam bulan.

Yang Kangsheng dan Yang Guangsheng dijatuhi hukuman tiga tahun dan tiga bulan, Mo dihukum tiga tahun, dan Ling dijatuhi hukuman dua tahun tujuh bulan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini