nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berlian dan Gajah Berperan Penting Tentukan Pemenang Pemilu Bostwana

Rabu 23 Oktober 2019 21:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 23 18 2120912 berlian-dan-gajah-berperan-penting-tentukan-pemenang-pemilu-bostwana-5x0XTADsBL.jpg Gajah Bostwanan. (Foto/Wikipedia Commons)

GABORONE – Berlian dan gajah dalam laporan BBC disebutkan memiliki peran penting dalam menentukan pemenang Pemilihan Umum (Pemilu) Bostwanana yang akan berlangsung pada 23 Oktober 2019.

Kelompok yang berkuasa Partai Demokratik Botswana (BDP) selalu menang setiap pemilihan umum di Botswana sejak kemerdekaan pada tahun 1966, tetapi tahun ini besar kemungkinan akan terjadi perubahan.

Tiga partai oposisi bergabung di bawah Payung Perubahan Demokratik (UDC).

Mereka menawarkan manifesto yang menjanjikan 100.000 pekerjaan. Di negara di mana lebih dari 20% penduduknya menganggur, dan terjadi peningkatan kekhawatiran terhadap "para pendatang", ini adalah sebuah tawaran yang menarik.

Baca juga: Kisah Cinta Terlarang Presiden Botswana yang Sebabkan Krisis Diplomatik

Baca juga: Berlian Raksasa Ditemukan di Botswana

Wakil presiden UDC Dumelang Saleshando mengatakan bahwa perdebatannya adalah "tentang ekonomi yang tidak melibatkan warga negaranya".

"Jika Anda melihat bisnis konstruksi, itu adalah sebuah sektor yang didominasi China. Jika Anda mengamati bisnis eceran, Asia mendominasi ... tidak ada satu pun industri negara ini yang dikuasai Botswana kecuali sektor informal."

Negara yang dibangun dari berlian

Botswana sering kali disebut sebagai cerita sukses Afrika - kemerdekaannya dicapai tanpa pertumpahan darah, tidak pernah mengalami perang saudara dan pemilunya biasanya tidak diwarnai kekerasan.

Foto/EPA

Sebagian dari keberuntungan Botswana dikarenakan berlian. Empat tambang di negara Afrika bagian selatan ini menghasilkan berlian berkualitas tinggi dalam jumlah terbesar. Botswana berbagi andilnya dalam industri ini dengan De Beers, dengan komposisisi saham 50-50. Perusahaan ini menyatakan diri sebagai "perusahaan berlian terkemuka dunia". 

Foto/BBC

Kesepakatan ini memberikan keuntungan pemerintah sebesar US$3,5 miliar atau Rp49 triliun tahun lalu dan perdagangannya merupakan 40% dari keseluruhan ekonomi negara.

Dana yang didapat dipakai untuk membangun jalan, sekolah dan rumah sakit. Tetapi setelah lebih dari 50 tahun, banyak orang mulai berpikir bahwa mereka seharusnya mendapatkan bagian dalam jumlah lebih besar.

Tahun ini, desas-desus adanya korupsi turut meningkatkan rasa curiga.

Kerja sama dengan De Beers akan diperbarui pada tahun 2020 dan ini menjadi topik besar dalam pemilu. Dalam acara debat yang diadakan BBC, pertanyaan pertama yang dilontarkan adalah apakah mungkin dicapai perjanjian yang lebih baik.

Tingkat ketidakseimbangan pemasukan Botswana adalah salah satu yang tertinggi di dunia, menurut Bank Dunia, dan penduduknya memang mulai mempertanyakannya. 

Kelebihan populasi gajah

Botswana kemungkinan menjadi satu-satunya negara di dunia di mana gajah adalah masalah penting pemilu.

Karena sedikitnya jumlah penduduk dan besarnya kawanan gajah di Afrika, konflik manusia-binatang menjadi masalah sehari-hari. Di bawah presiden sebelumnya, Presiden Ian Khama, Botswana menjadi panutan konservasi. 

Foto/Wikipedia Commons

Pemerintahannya dipuji dunia karena menerapkan langkah pencegahan perburuan yang efektif, melarang perburuan dan menjadikan negara tersebut menjadi suaka gajah terbesar di Afrika.

Gajah adalah binatang yang cerdas dan sebagian pindah ke Botswana untuk mendapatkan keuntungan dari lingkungannya yang lebih baik. Tetapi ada harga yang harus dibayar.

Dengan jumlah kawanan gajah sebanyak 140.000, populasi gajah sudah melampaui daya tampung tempat hidupnya.

Manusia meninggal terinjak-injak, tanaman pangan hancur dalam satu hari dan pemerintah semakin tidak menyukai jika pihak asing mendikte.

Presiden Mokgweetsi Masisi sepertinya tidak terlalu mengkhawatirkan pandangan dunia terhadap pendahulunya.

Dia mengusulkan kepada Inggris agar mencoba hidup bersama gajah di Botswana jika mereka memang begitu menyukai binatang tersebut.

Presiden baru telah mencabut larangan berburu. Ini menimbulkan kontroversi tetapi sepertinya ini adalah keputusan yang sangat populer ketika BBC menanyakan para penduduk di jalan-jalan Gaborone.

"Terjadi konflik antara gajah dan manusia, mereka membunuh manusia. Jadi saya pikir membunuh gajah adalah sebuah ide yang baik," kata Albert Lebala.

Keorapetse Mpolokang sepakat: "Mereka banyak merusak tanaman pangan, terutama saat musim membajak."

Seorang perempuan muda setuju dengan pandangan presiden: "Jika negara-negara lain ingin menyampaikan pandangan terkait dengan kebijakan kami mencabut larangan berburu, mereka pertama-tama harus berkunjung ke negara kami dan melihat pengaruh gajah pada orang-orang kami."

Isu gajah menjadi salah satu penyebab masalah besar antara Presiden Masisi dan mantan Presiden Ian Khama, anak laki-laki pendiri negara dan masih merupakan seorang pemimpin yang penting di Botswana bagian tengah.

Masisi mendukung perburuan gajah, sementara Khama membuat Botswana menjadi panutan konservasi. 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini