Indonesia Serukan Gerakan Non-Blok Tegakkan Prinsip Multilateralisme

Rachmat Fahzry, Okezone · Kamis 24 Oktober 2019 17:13 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 24 18 2121251 indonesia-serukan-gerakan-non-blok-tegakkan-prinsip-multilateralisme-Emq8qoKqQJ.jpg Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan Husnan Bey Fananie di KTT Gerakan Non-Blok. (Foto/Kemenlu)

BAKU – Indonesia menyerukan negara anggota Gerakan Non-Blok (GNB) untuk menegakkan prinsip multilarelisme, yang didsampaikan dalam pertemuan Tingkat Menteri (PTM) Gerakan Non-Blok (GNB) di Baku, Azerbaijan.

Pertemuan tersebut dihadiri lebih dari 46 negara anggota GNB yang berasal dari wilayah Afrika, Asia-Pasifik, Eropa dan Amerika Latin.

Ajang ini pertemuan persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) GNB yang akan dilaksanakan pada 25-26 Oktober 2019 di Baku, Azerbaijan.

Pernyataan resmi yang diterima Okezone, Kamis (24/10/2019) Duta Besar Indonesia untuk Republik Azerbaijan, Husnan Bey Fananie, menekankan pentingnya prinsip multilateralisme.

“Negara-negara GNB harus bersatu untuk mencari solusi atas isu-isu global,” ujarnya dalam sesi debat umum.

Indonesia juga menyerukan pentingnya reformasi GNB dalam memperkuat efektivitas kerja dan respons GNB dalam tantangan dunia kontemporer.

Foto/Kemenlu/Okezone

Isu-isu utama yang dibahas oleh negara anggota antara lain mengenai perdamaian dan keamanan internasional dan regional, dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, pentingnya kerja sama internasional dan falsafah multilateralisme, perubahan iklim, dan agenda pembangunan berkelanjutan.

Baca juga: Indonesia Terpilih Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Baca juga: Indonesia Pimpin Pertemuan Dewan Keamanan PBB Bahas Situasi Timur Tengah

Pertemuan berhasil menyetujui NAM Final Document yang selanjutnya akan diadopsi pada pertemuan KTT GNB.

Setelah lebih dari 5 tahun, ASEAN pada akhirnya telah berhasil untuk memperbaharui paragraf mengenai Laut China Selatan pada NAM Final Document.

Pertahankan norma multilateralisme

Direktur Sosial Budaya dan Organisasi Internasional Negara Berkembang, Kamapradipta Ismono dalam forum itu juga mengingatkan pentingnya Dasa Sila Bandung agar GNB tetap satu suara dalam menyikapi dinamika global dan tidak mudah dipengaruhi oleh kekuatan kekuatan eksternal.

“Di tengah-tengah menurunnya norma norma multilateralisme, mayoritas negara anggota GNB secara tegas menolak upaya unilateralisme dengan mengutamakan Dasa Sila Bandung sebagai prinsip dasar bagi GNB untuk mempertahankan norma multilateralisme,” tuturnya.

Indonesia, lanjut Kamapradipta meminta negara anggota GNB untuk membantu Palestina melalui peningkatan perdagangan, “dan program program pengembangan kapasitas dalam tata kelola pemerintahan”.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini