nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ribuan Ikan Mati di Hulu Waduk PLTA Koto Panjang

Rus Akbar, Jurnalis · Jum'at 25 Oktober 2019 01:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 24 340 2121445 ribuan-ikan-mati-di-hulu-waduk-plta-koto-panjang-ag7JZQX8Y0.jpg Ribuan Ikan Mati di Sungai Maek, Hulu Waduk PLTA Koto Panjang, Sumatera Barat (foto: Dokumentasi WALHI Sumbar/Ist)

PADANG - Diduga ada pencemaran di hulu sungai (Batang) Maek yang terletak di Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat, tepatnya di Nagari Tanjuang Pauah dan Nagari Tanjuang Balik yang mengakibatkan ribuan ikan yang hidup di sungai tersebut mati.

Hulu Sungai Maek merupakan salah satu sumber air yang mengisi waduk PLTA Koto Panjang, di mana waduk tersebut merupakan tempat mencari ikan oleh nelayan yang mendiami sekitar waduk PLTA Koto Panjang.

Baca Juga: Puluhan Ribu Ikan Mati di Laguna Tisik, pH Air di Atas Normal 

Ribuan Ikan Mati di Sungai Maek, Sumbar (Foto: Dokumentasi Walhi Sumbar/Ist)

Ribuan ikan mati mulai terpantau sejak Minggu 20 Oktober 2019. Mulai dari ikan kecil hingga berukuran sekira 1 meter yang mati mengeluarkan bau busuk menyengat di aliran hulu Sungai Maek.

Wali Nagari Tanjuang Pauah Taufik JS mengungkapkan, kematian ikan-ikan di sungai Maek telah masuk ke waduk PLTA Koto Panjang, jika tidak ditangani dengan cepat akan berdampak luas pada nelayan dan masyarakat yang mengkonsumsi ikan hasil tangkapan di Waduk PLTA Koto Panjang.

“Kami berharap pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota dan Pemerintah Provinsi Sumbar segera turun ke lokasi kematian ribuan ikan untuk menyelidiki penyebab kematian ikan-ikan,” kata Taufik, Kamis (24/10/2019).

Hal senada juga disampaikan Mushadi, Ketua Kelompok Nelayan Kampuang Tarandam. “Kami merasa khawatir akan pencemaran yang terjadi sehingga mengakibatkan ribuan ikan mati di hulu Batang Maek, kami mendesak pemerintah segera bertindak dalam menangani persoalan ini,” tutur dia.

Sementara Direktur WALHI Sumbar, Uslaini merespons, cepat terkait laporan warga yang menyampaikan ribuan ikan mati di hulu Batang Maek, WALHI Sumbar menurunkan tim kelapangan melakukan pengecekan dan pengambilan sample air, lumpur dan ikan yang mati di hulu Batang Maek, sample yang diambil akan diteliti di laboratorium guna mengetahui penyebab kematian ribuan ikan.

“Saat ini dalam pengecekan lapangan yang dilakukan tim WALHI Sumbar ditemukan fakta bahwa tidak jauh dari kematian ribuan ikan, beberapa ratus meter ke daerah hulu terdapat aktivitas pertambangan timah hitam milik salah satu perusahaan. Dugaan kami, limbah aktivitas tambang timah hitam tersebut dibuang ke sungai Maek yang mengakibatkan matinya ribuan ikan," urai Uslaini.

Di samping itu, kata Uslaini, ditemukan fakta bahwa aktivitas tambang timah hitam yang berada di kawasan Hutan Lindung tidak mengantongi Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH), fakta ini didapat setelah WALHI Sumbar mencocokkan data pemegang IPPKH yang didapat dari Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar.

Baca Juga: Puluhan Ribu Ikan Nila Mati di Kulonprogo Disebabkan Keracunan Amoniak 

Ribuan Ikan Mati di Sungai Maek, Sumbar (Foto: Dokumentasi Walhi Sumbar/Ist)

Uslaini juga menjelaskan terkait persoalan ini, jika tidak ditangani dengan serius dan cepat oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, maka akan menimbulkan kerusakan ekosistem di aliran sungai Maek dan Waduk PLTA Koto Panjang serta mengancam mata pencaharian nelayan yang menggantungkan hidup di Batang Maek dan Waduk PLTA Koto Panjang.

“WALHI juga mendesak Gakkum Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menindak pencemaran yang terjadi dan mendesak Gubernur Sumbar menangguhkan aktifitas tambang karena tanpa mengantongi IPPKH,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini