nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Pekerja Kebun Akasia Diterkam Harimau, 1 Tewas

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Jum'at 25 Oktober 2019 04:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 25 340 2121451 5-pekerja-kebun-akasia-diterkam-harimau-1-tewas-wfvx2V9jfF.jpg Ilustrasi Harimau (foto: WWF)

PEKANBARU - Serangan harimau kembali menelan korban jiwa di Pelangiran Kabupaten Inhil, Riau. Kali ini korbannya adalah pekerja Hutan Tanaman Industri (HTI).

Dari lima pekerja yang diserang harimau, satu orang meninggal dunia. Korban diketahui warga Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Korban diketahui bernama Wahyu (19). Saat itu, dia dan rekan-rekannya sedang bekerja memanen kayu akasia milik PT RIA, anak perusahaan Sinarmas Group. Korban sempat dibawa lari oleh si raja hutan tersebut.

Ilustrasi Penampakan Harimau (foto: Ist) 

"Korban ini pekerja dari PT Kencholin yang bekerja di Distrik PT RIA, Desa Simpang Kateman, Kecamatan Pelangiran," ucap Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Riau Suharyano Kamis (24/10/2010) malam.

Dia menjelaskan, kejadian penyerangan diperkirakan sekira pukul 14.00 WIB. Saat itu, kelima karyawan sedang berjalan untuk beraktivitas. Saat berjalan itulah dari arah belakang muncul harimau dan langsung menyerang mereka.

Mendapat serangan itu mereka berusaha menyelamatkan diri. Namun Wahyu yang menjadi korbannya. Dia diterkam di bagian tengkuk.

Korban pun dibawa si belang ke arah hutan. Rekan-rekan yang lain berusaha mencari. Korban pun akhirnya berhasil ditemukan tidak jauh dari lokasi.

Tim BBKSDA Riau segera menurunkan tim ke lokasi. Namun jarak yang ditempuh cukup jauh dari Pekanbaru sekitar 8 sampai 10 jam.

"Malam ini tim dalam perjalanan karena memang lokasinya cukup jauh. Namun kita sudah menghubungi pihak kepolisian sekitar untuk membantu menyelesaikan konflik manusia dan harimau yang sering terjadi di sana," imbuhnya.

Konflik antar manusia dan harimau sering terjasi di sana. Sudah banyak korban manusia. Harimau juga ada yang mati dan direlokasi. Penyebabnya karena habitat harimau di sana dikuasai sejumlah perusahaan industri kertas raksasa dan perusahaan sawit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini