nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Cinta, Paman Setubuhi Keponakannya Berkali-kali

Azhari Sultan, Jurnalis · Sabtu 26 Oktober 2019 23:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 26 340 2122160 alasan-cinta-paman-setubuhi-keponakannya-berkali-kali-zTnIwRFdAb.jpg Ilustrasi pemerkosaan. (Foto: Shutterstock)

JAMBI – Seorang pemuda lajang berinisial DM (26) tega menyetubuhi keponakannya sendiri. Pelaku melancarkan aksinya terhadap korban yang baru 18 tahun dengan berbekal alasan cinta.

Kasat Reskrim Polres Bungo, Iptu Dedi saat dihubungi mengatakan, pelaku sudah diamankan di Mapolres Bungo. “Pelaku mengakui bahwa ia jatuh cinta dengan keponakan sendiri," ujarnya, Sabtu (26/10/2019).

Peristiwa tersebut bermula saat korban sering curhat dengan pelaku tentang kehidupan pribadinya. Intensitas pertemuan yang berulang, ditambah wajah keponaannya cantik membuat pelaku jatuh cinta.

"Pelaku menyetubuhi korban di rumah orang tua korban sendiri, di dalam kamar korban dan di tempat kontrakan di Merangin. Dari pengakuannya, sudah delapan kali menyetubuhi korban," ungkap Arman.

Agar hubungan terlarang itu tidak diketahui oleh orang tua korban, pelaku nekat mengambil rumah kontrakan di Margoyoso untuk kekasihnya. Seiring waktu berjalan, orang tua korban curiga dan menanyakan keberadaan korban kepada pelaku.

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

"Ketika ditanya oleh orang tua korban keberadaan anaknya itu, pelaku dengan santai menjawab tidak mengatahui keberadaan korban," tukasnya.

Akhirnya, hubungan asmara terlarang antara paman dan keponakkan terbongkar pada 21 Oktober 2019. Ketika itu, pelaku pergi ke kontrakan korban, namun tanpa sepengetahuannya orang tua korban juga mengikuti dari belakang.

Saat itulah, orang tua korban mengetahui bahwa anaknya sengaja ‘diinapkan’ pelaku agar hubungan mereka tidak diketahui.

Akibat perbuatannya, DM harus meringkuk di sel tahanan Polres Bungo. Warga Pelepat, Kabupaten Bungo tersebut diganjar undang-undang perlindungan anak degan ancam hukuman 15 tahun penjara dan denda 5 miliar.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini