Apakah Trump Keluarkan Dana Iklan Rp14 Miliar/Minggu agar Terpilih Lagi?

Senin 28 Oktober 2019 08:46 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 28 18 2122489 apakah-trump-keluarkan-dana-iklan-rp14-miliar-minggu-agar-terpilih-lagi-D26DRucps7.jpg Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Dok AP)

SEORANG bakal calon kuat Partai Demokrat Amerika Serikat, Elizabeth Warren, pada Pemilihan Presiden AS 2020 mengecam iklan di media sosial yang dilakukan Tim Kampanye Presiden Donald Trump, dengan menggarisbawahi besarnya dana yang dikeluarkan.

Mengutip dari BBC Indonesia, Senin (28/10/2019), Tim Pemeriksa Fakta/Reality Check BBC yang mengkaji fakta dan pernyataan di balik sebuah berita, menyelidiki apakah Warren memang mengatakan suatu kebenaran terkait dana iklan Trump.

Klaim: Kampanye Trump mengeluarkan dana USD1 juta atau Rp14 miliar per minggu lewat iklan Facebook, kata Senator Elizabeth Warren.

Kesimpulan: Benar. Dalam satu bulan terakhir, kampanye Trump telah membelanjakan sekira USD1 juta untuk iklan, meskipun dalam seminggu terakhir jumlahnya telah berkurang.

Kandidat Demokrat dengan pengeluaran teratas di Facebook pada 14 September-13 Oktober 2019: 

Dana iklan di Facebook. (Foto: BBC)

Bakal calon Demokrat yang paling banyak mengeluarkan dana, filantropis miliarder Tom Steyer, mengeluarkan seperempat jumlah tersebut dalam sebulan terakhir.

Senator Warren juga mengecam Facebook karena menerbitkan iklan-iklan yang dirinya pandang berisi informasi tidak benar.

Kebanyakan iklan pada laman Presiden Trump berisi kecaman terkait penyelidikan pemakzulan yang sedang berjalan.

Biaya Keterbukaan

Facebook sekarang memberikan informasi tentang semua iklan yang diterbitkan pada platform media sosial mereka. Facebook mulai mengungkapkan informasi ini sebagai usaha untuk meningkatkan keterbukaan.

Dengan melihat Ad Library, dapat dilihat siapa yang membiayai iklan, laman mana yang mengeluarkan dana, perkiraan biaya, dan berapa banyak iklan yang ditempatkan.

Dalam 30 hari terakhir Komite Trump Membuat Amerika Jaya Kembali/Trump Make America Great Again (MAGA) Committee membayar USD2,4 juta atau Rp33 miliar untuk iklan di laman Donald Trump dan USD1,3 juta atau Rp18 miliar untuk belanja iklan di laman Wakil Presiden Mike Pence.

Komite MAGA Trump dikenal sebagai komite penggalangan dana bersama bagi Donald Trump menjadi Presiden/Donald J Trump for President (DJTP) dan Komite Nasional Republik/Republican National Committee (RNC).

DJTP bekerja untuk kampanye pemilihan kembali Trump. DJTP mengeluarkan dana tambahan USD588 ribu atau Rp7,8 miliar untuk iklan di laman Presiden Trump dalam periode ini.

Jumlahnya menjadi lebih dari USD4 juta atau Rp56 miliar per bulan atau sekira USD1 juta atau Rp14 miliar per minggu, sesuai angka yang disebutkan Senator Warren.

Apakah ini semua dipandang sebagai pembelanjaan untuk kampanye Trump?

Tim Peneliti New York University memasukkan pembelanjaan DJTP dan Trump MAGA Committee pada setiap laman di mana mereka menempatkan iklan (termasuk laman Mike Pence).

"Kami ilmuwan komputer yang menganalisis isi berdasarkan daya tariknya pada pemakai media sosial, jadi berdasarkan hal itu kami memandang iklan tersebut sebagai bagian dari kampanye Trump," kata Laura Edelson.

Jika mengamati satu minggu sebelum pernyataan Warren, sebenarnya menyaksikan penurunan pembelanjaan yang berarti.

Laman Donald Trump membelanjakan sekira USD450 ribu atau Rp6,3 miliar dari tanggal 6 sampai 12 Oktober yang dibayar terutama oleh Trump MAGA Committee, dan sisanya oleh DJTP (sekira USD40 ribu atau Rp562 juta).

Ini memang mendekati angka USD1 juta atau Rp14 miliar.

Bagaimana dengan Demokrat?

Dari berbagai orang yang mencalonkan diri sebagai presiden Partai Demokrat, satu bakal calon yang mengeluarkan dana dalam jumlah yang jauh lebih besar dari yang lainnya.

Tom Steyer, miliarder filantropis, membelanjakan lebih dari USD1,5 juta atau Rp21 miliar dalam sebulan terakhir.

Dia pertama kali muncul di depan umum pada perdebatan Partai Demokrat minggu ini. Setelah Steyer adalah Pete Buttigieg, Elizabeth Warren, Bernie Sanders, dan Kamala Harris.

Apakah Facebook Melakukan Verifikasi?

Warren menuduh Facebook menerima sejumlah iklan berisi informasi tidak benar dan secara sengaja dirinya menerbitkan iklan menyesatkan untuk membuktikan tuduhannya.

Wakil Presiden Facebook Nick Clegg pada bulan lalu mengatakan pihaknya tidak menempatkan iklan dari politikus untuk "penyelidikan pihak ketiga rekanan pemeriksa fakta".

Clegg menambahkan, Facebook tidak berperan "untuk menjadi wasit perdebatan politik dan menghambat pidato politikus mencapai pendukungnya".

Reality Check atau Tim Pengecek Fakta BBC bertugas menyelidiki fakta dan pernyataan sebuah berita dan menyebutkan apakah yang disebutkan benar atau tidak.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini