Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

JK Sebut Banyak Konflik Besar Terjadi karena Ketidakadilan

Sarah Hutagaol , Jurnalis-Selasa, 29 Oktober 2019 |21:38 WIB
JK Sebut Banyak Konflik Besar Terjadi karena Ketidakadilan
Jusuf Kalla di Lemhanas (Foto : Okezone.com/Sarah)
A
A
A

JAKARTA - Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) menyebutkan dalam menjaga persatuan di Indonesia harus diselaraskan dengan kemajuan dan keadilan. Jika tidak adil dan maju, kata JK, maka akan timbul konflik.

Hal tersebut disampaikan JK ketika menyampaikan sambutannya di acara Diskusi Satu Nusantara yang digelar di Gedung Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Jakarta Pusat.

Kerusuhan di Penajam Paser Utara (Foto : iNews/Istimewa)

JK menyebutkan selama 70 tahun terjadi sekitar 15 konflik besar yang terjadi di Indonesia kebanyakan ditenggarai perasaan tidak adil.

"Dalam sejarah Indonesia, selama 70 tahun lebih ada 15 kali konflik besar di Indonesia, yang saya maksud konflik besar ialah konflik yang menyebabkan korban jiwa lebih dari seribu orang," ucap JK pada Selasa (29/10/2019).

"Mulai dari pada Madiun, pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS), DI/TII, Permesta, Poso, Ambon, Aceh, G30S, dan sebagainya. Semua konflik-konflik yang hampir semua itu ada perasaan tidak adil, 10 dari 15 itu adalah ketidakadilan," imbuhnya.

Baca Juga : Pemerintah Kaji Penambahan Dua Provinsi Baru di Papua

Lebih lanjut, ia mencontohkan di Indonesia bagian Timur orang-orang banyak yang merasa kekayaan alam dipindahkan ke pusat pemerintahan. Kemudian, di Aceh karena merasa sumber daya alamnya banyak tapi tak mendapat bagian.

"Jadi apabila kita ingin menjaga persatuan itu ialah menjaga keadilannya dan maju," ujar JK.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement