nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenalan di Medsos, Siswi SMP Dipaksa Layani Nafsu Birahi Pelajar SMK

Kuntadi, Jurnalis · Rabu 30 Oktober 2019 00:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 29 510 2123350 kenalan-di-medsos-siswi-smp-dipaksa-layani-nafsu-birahi-pelajar-smk-nghWvfnDo7.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

KULONPROGO – Seorang pelajar di Kabupaten Magelang RAS (20) ditangkap petugas Reskrim Polsek Kalibawang dan Polres Kulonprogo, karena dugaan melakukan tindak pidana pelecehan seks. Dia tega memperkosa pelajar SMP, SA (14) yang dikenalnya lewat media sosial.

Aksi bejat ini dilakukan oleh tersangka RAS terhadap SA pada Kamis 17 Oktober 2019 lalu. Hanya berselang tiga hari, aparat Polsek Kalibawang mengamankan tersangka di rumahnya Muntilan, Magelang, Jawa Tengah.

Kasubag Humas Polres Kulonprogo AKP Sujarwo didampingi Kapolsek Kalibawang AKP Sumino mengatakan, antara pelaku dan korban ini awalnya berkenalan melalui media sosial, Facebook. Dari pertemanan ini, dilanjutkan tukar menukar nomor handphone dan mereka berkomunikasi melalui aplikasi WhatsApp.

Baca Juga: Duda Ini 2 Kali Setubuhi Pacarnya yang Masih SMA 

Hingga akhirnya pada 17 Oktober lalu, mereka janjian untuk bertemu di Candi Ngawen, Muntilan. Keduanya kemudian pulang ke rumah RAS di Muntilan.

Ilustrasi 

Lantaran dalam kondisi kosong, pelaku mengajak korban untuk melakukan hubungan badan. Awalnya korban menolak dan dipaksa untuk masuk ke dalam kamar. Di dalam kamar itulah korban diancam oleh pelaku jika tidak mau melayani nafsu bejatnya.

“Jadi korban ini dipaksa dengan diancam dicekik dan ditampar,” ujar Sujarwo di Mapolres Kulonprogo, Selasa (29/10/2019).

Selang tiga hari kejadian ini, korban melaporkan kejadian yang menimpanya kepada orangtuanya dan dilanjutkan ke polisi. Petugas yang mendapatkan laporan langsung mengejar pelaku dan mengamankan di rumahnya di Muntilan.

Baca Juga: Berbekal Alasan Cinta, Seorang Paman 8 Kali Setubuhi Keponakan Sendiri 

Atas perbuatannya, RAS dijerat Pasal 81 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ia terancam pidana penjara maksimal 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.

Petugas juga mengamankan barang bukti berupa pakain korban, sprei dan pakai milik tersangka. Selain itu juga diamankan hanphone milik pelaku yang dipakai untuk komunikasi.

“Mereka sama-sama berstatus pelajar, dan baru pertama kali berhubungan badan,” ujarnya.

Sementara itu, RAS mengakui awalnya mereka kenalan di Facebook dan melajutkan komunikasi lewat WhatApps. Dari komunikasi inilah pelaku kerap merayu korban untuk dijadikan pacar. Termasuk janjian untuk bertemu dengan korban di Candi.

RAS mengaku tega menodai SA lantaran merasa suka dengan korban. Namun, perasaan suka tersebut bertepuk sebelah tangan lantaran SA menolak jadi kekasihnya.

“Saya sering nonton film porno dari HP teman,” ujarnya.

RAS sendiri mengaku menyesali perbuatannya. Bahkan, dia siap menikahi korban jika memang menjadi solusi terbaik dalam hubungan mereka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini