Dalam lima tahun ke depan, Indonesia menghadapi tantangan berat dan kompleks. Di antaranya, pertumbuhan ekonomi dunia diprediksi turun akibat perang dagang global yang dimotori AS dan Cina.
Menurut Bursah, kondisi tersebut akan berpengaruh pada dinamika politik dan ekonomi nasional. Misalnya berdampak pada neraca perdagangan, merosotnya harga komoditas ekspor Indonesia, iklim investasi dan industri, dan penciptaan lapangan kerja.
"Roda perekonomian dalam negeri harus digerakkan, industri harus tumbuh dan berkembang agar tercipta lepangan kerja besar. Selain itu, kualitas SDM juga harus ditingkatkan, khususnya di bidang vokasional, agar bisa bersaing dengan tenaga kerja asing bahkan bisa memasuki pasar tenaga kerja Internasional," tuturnya.
Anggota Komisi I DPR Fraksi PAN Farah Puteri Nahlia menuturkan, ada tiga hal bagi anak muda yang harus diutamakan, yakni education, empowerment dan enterpreneurship. Pemuda harus memiliki semangat untuk maju dan berkembang guna berkontribusi untuk bangsa dan negara.
Farah menjelaskan, education adalah betapa pentingnya ilmu pengetahuan untuk membangun karakter diri sendiri dan bangsa. Empowerment ini terkait dengan pemberdayaan sumber daya manusia. Empowerment pemberdayaan ini adalah kombinasi dari education dan enterpreneurship.
Sedangkan enterpreneurship menyangkut jiwa kewirausahaan yang harus dimiliki semua anak bangsa. Enterpreneurship menjadi penting untuk menumbuhkan jiwa pemberani dalam membangun usaha dan kreatifitas meski penuh resiko.
"Kita harus bisa memberdayakan kemampuan kita tersebut sehingga kita bisa mencapai cita-cita kita," ujarnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.