nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dianggap Terlalu Gay, Polisi Ini Gagal Naik Pangkat 23 Kali

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 01 November 2019 08:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 31 18 2124348 dianggap-terlalu-gay-polisi-ini-gagal-naik-pangkat-23-kali-YjDXATIfLI.jpg Sersan Keith Wildhaber. (Foto: Kepolisian St Louis/BBC)

MISSOURI - Seorang sersan polisi yang berorientasi seks gay asal Missouri, Amerika Serikat (AS) mendapatkan uang USD 19 juta (sekira Rp267 miliar) sebagai ganti rugi terkait dirinya yang dihambat untuk mendapatkan kenaikan pangkat oleh atasannya.

Nama polisi itu, melansir BBC, Rabu (30/10/2019) Keith Wildhaber berasal dari St Louis county. Ia menuduh atasannya telah menghambatnya untuk mendapatkan kenaikan pangkat sebanyak 23 kali.

Seorang saksi memberikan kesaksian bahwa salah seorang atasan Sersan Wildhaber menyebut sikapnya terlalu gay.

Sersan Wildhaber mengajukan gugatan terhadap kepolisian pada 2017, setelah dinyatakan layak mendapatkan promosi sebanyak 23 kali.

Baca juga: Klub Rahasia Lelaki Gay di Kamerun

Baca juga: Pacar Punya Kekasih Lain, Pria Gay Siram Cairan Asam ke Wajah Seorang Wanita

Sebelumnya pada 2014 Sersan Wildhaber diminta untuk mengurangi sikapnya yang gay agar bisa mendapatkan promosi dari John Saracino, yang saat itu menjadi anggota Dewan Komisaris Kepolisian Kabupaten St Louis. Saracino menolak berkomentar.

"Sungguh menyedihkan mendengar itu," kata Sersan Wildhaber dalam sidang pengadilan, menurut St Louis Post-Dispatch, menambahkan bahwa dia merasa seperti dipukul di perut mendpat perlakuan karena sikap gay-nya .

Setelah mengajukan keluhan, Sersan Wildhaber mengklaim dia ditugaskan oleh atasannya untuk bekerja pada jam kerja tengah malam di sebuah kantor kepolisian yang jauh dari rumahnya.

Seorang saksi bersaksi bahwa seorang kapten polisi setempat, Guy Means, menyebut Sersan Wildhaber tidak akan pernah dipromosikan karena dia terlalu gay. Kapten Means juga membantah dengan pernyataan tersebut.

Juri mendapati bahwa Sersan Wildhaber telah didiskriminasi, dan juga menjadi korban pembalasan setelah mengajukan pengaduan ke pengadilan.

Seorang anggota juri mengatakan kepada wartawan, "Kami ingin mengirim pesan. Jika kamu mendiskriminasi, kamu akan membayar mahal. Kamu tidak bisa membela yang tidak dapat dipertahankan."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini