Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sepanjang 2019, BNPB Sebut Bencana Hidrometeorologi Mendominasi

Sarah Hutagaol , Jurnalis-Kamis, 31 Oktober 2019 |17:36 WIB
Sepanjang 2019, BNPB Sebut Bencana Hidrometeorologi Mendominasi
Ilustrasi (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA - Sebanyak 98% bencana yang terjadi dari Januari hingga Oktober 2019 merupakan bencana hidrometeorologi. Puting beliung mendominasi kejadian hingga mencapai 964 kali.

Demikian dikatakan Agus Wibowo, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui keterangan tertulisnya, Kamis (31/10/2019).

Agus mengatakan, puting beliung mengakibatkan tidak hanya korban tetapi kerusakan. Data BNPB hingga akhir Oktober 2019 mencatat 16 jiwa meninggal dunia dan 2 lain hilang, sedangkan 177 jiwa mengalami luka-luka.

"Kerusakan rumah hingga mencapai puluhan ribu. Rumah rusak berat (RB) akibat kejadian ini mencapai 1.794 unit, rusak sedang (RS) 2.978 dan rusak ringan (RR) 17.816. Kerusakan di sektor lain, seperti pendidikan sejumlah 115 unit, peribadatan 93 dan kesehatan 15," ujarnya.

Baca Juga: BNPB Catat 57 Puting Beliung Selama Pancaroba 

Angin puting beliung merupakan angin kencang dengan parameter kecepatan angin yang menyertai dan waktu kejadiannya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis informasi seputar puting beliung ini dan warga dapat mengaksesnya.

 Ilustrasi puting beliung

Fenomena puting beliung terjadi saat pancaroba, baik peralihan dari musim penghujan maupun sebaliknya. Kejadian puting beliung lebih sering terjadi pada saat siang atau sore hari.

"Masyarakat dapat mengenali tanda-tanda akan terjadinya fenomena puting beliung, seperti udara panas pada malam hingga pagi, terlihat pertumbuhan awan cumulus, serta hembusan udara dingin," ujarnya.

Pada awan tadi, di pagi hari tampak di antara awan, jenis awan lain yang terbatas tepi dan sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol. Lalu awan kumulus akan berubah warna secara cepat.

Bencana hidrometeorologi lain yang terjadi yaitu banjir, tanah longsor dan kekeringan. BNPB mencatat 673 kali banjir, 631 longsor dan 121 kekeringan. Banjir mengakibatkan korban meninggal 254 jiwa dan hilang 101, sedangkan tanah longsor mengakibatkan korban meninggal 108 dan hilang 6.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement