Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BNPB : Pergerakan Tanah di Lokasi Tambang Kalimantan Utara Bukan Likuefaksi

Muhamad Rizky , Jurnalis-Senin, 04 November 2019 |23:01 WIB
BNPB : Pergerakan Tanah di Lokasi Tambang Kalimantan Utara Bukan Likuefaksi
Lokasi tambang di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara. (Foto : Dok BNPB)
A
A
A

JAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Utara (Kaltara) bersama tim dari PT Pipit Mutiara Jaya melakukan peninjauan lapangan atas peristiwa patahan dari pergerakan tanah yang terjadi di wilayah lahan usaha milik PT Pipit Mutiara Jaya (IUP PMDN) site Bebatu, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, Sabtu (2/11/2019).

Peninjauan tersebut sebagai tindak lanjut dari laporan tentang peristiwa longsoran tanah yang sempat diduga merupakan fenomena likuefaksi pada 29 Oktober 2019. Selain itu, dalam laporan diperoleh data korban jiwa dinyatakan nihil/tidak ada, namun ada 6 alat berat yang tertimbun di antaranya; 3 ekskavator, 1 dozer, 1 ADT, 1 LV. Menurut data yang diterima, 3 ekskavator sudah berhasil dievakuasi.

Lokasi pergerakan tanah di site Bebatu, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, Sabtu (2/11/2019).1 (Dok BNPB)

“Berdasarkan hasil peninjauan tersebut ditambah hasil investigasi oleh tim dari Dinas ESDM Provinsi Kaltara, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kaltara dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung, disimpulkan fenomena itu bukan likuefaksi atau pencairan tanah seperti yang sempat beredar luas,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo, dalam keterangan tertulis, Senin (4/11/2019).

Ke depannya, ia mengatakan, pihak dinas terkait diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan Kuasa Penguasaan (KP) di wilayah kerja masing-masing.

“Bagi masyarakat dan para pekerja agar tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ucapnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement