Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Peristiwa 6 November: Cut Nyak Dhien Meninggal Dunia

Fadel Prayoga , Jurnalis-Rabu, 06 November 2019 |07:43 WIB
Peristiwa 6 November: Cut Nyak Dhien Meninggal Dunia
Lukisan Cut Nyak Dhien (Foto: Wikipedia)
A
A
A

JAKARTA - Sejumlah peristiwa terjadi pada 5 November. Salah satu kejadian yang terngiang pada hari ke-310 dalam kalender Gregorian adalah meninggalnya seorang pahlawan wanita asal Aceh bernama Cut Nyak Dhien pada tahun 1908.

Berikut ulasannya dikutip Okezone dari laman Wikipedia:

1157 - Kakawin Bharatayuddha

Jawa Kuno

Istilah Baratayuda berasal dari kata Bharatayuddha, yaitu judul sebuah naskah kakawin berbahasa Jawa Kuno yang ditulis pada tahun 1157 oleh Mpu Sedah atas perintah Maharaja Jayabhaya, raja Kerajaan Kadiri.

Kitab baratayuda yang ditulis pada masa Kediri itu untuk simbolisme keadaan perang saudara antara Kerajaan Kediri dan Jenggala yang sama sama keturunan Raja Erlangga.

Keadaan perang saudara itu digambarkan seolah-olah seperti yang tertulis dalam Kitab Mahabarata karya Vyasa yaitu perang antara Pandawa dan Kurawa yang sebenarnya juga keturunan Vyasa sang penulis

1908 - Pahlawan Indonesia, Cut Nyak Dhien meninggal dunia.

Cut Nyak Dhien

Cut Nyak Dhien dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang, Jawa Barat. Dia adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia dari Aceh yang berjuang melawan Belanda pada masa Perang Aceh.

Setelah wilayah VI Mukim diserang, ia mengungsi, sementara suaminya Ibrahim Lamnga bertempur melawan Belanda. Tewasnya Ibrahim Lamnga di Gle Tarum pada tanggal 29 Juni 1878 kemudian menyeret Cut Nyak Dhien lebih jauh dalam perlawanannya terhadap Belanda.

1963 - Duong Van Minh secara resmi mengambil alih pemerintahan di Vietnam Selatan beberapa hari setelah pembunuhan terhadap Presiden Ngo Dinh Diem.

Vietnam

Dia lebih dikenal luas sebagai "Minh Besar", memimpin tentara Vietnam Selatan di bawah Perdana Menteri Ngo Dinh Diem. Pada tahun 1963, ia menjadi pemimpin Vietnam Selatan setelah sebuah kudeta di mana Diem dibunuh.

Kepemimpinan Duong hanya berlangsung selama dua bulan, tetapi dalam waktu tak lama, ia kembali memimpin Vietnam Selatan sebelum menyerahkan bangsa itu kepada kekuatan Komunis.

2001 - Bank Indonesia resmi mengedarkan uang kertas pecahan Rp5.000 tahun emisi 2001.

(Edi Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement