Langkah Pemkot Pasuruan Terkait Robohnya SDN Gentong yang Tewaskan 2 Orang

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 06 November 2019 03:43 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 06 519 2126235 langkah-pemkot-pasuruan-terkait-robohnya-sdn-gentong-yang-tewaskan-2-orang-uCYX6Lxaz4.jpg SDN Gentong roboh tewaskan dua orang (Foto : Okezone.com/Avirista)

PASURUAN - Pemkot Pasuruan bergerak cepat terkait korban dan penanganan bangunan sekolah SD Negeri Gentong yang robohnya pada Selasa pagi (5/11/2019).

Sekda Kota Pasuruan Bahrul Ulum mengatakan pemerintah telah memerintahkan RSUD dr. Soedarsono merawat sejumlah korban terluka hingga sembuh total.

"Kami sudah instruksikan RSUD untuk merawat sampai sembuh para korban dan biaya perawatan korban ditanggung pemerintah," ungkap Bahrul Ulum melalui siaran persnya Selasa malam.

SDN Gentong roboh (Foto : Okezone.com/Avirista)

Pihaknya juga telah berkordinasi dengan kepolisian untuk melakukan langkah penyelidikan dan meminta kejadian ini tidak disangkutkan dengan politis. "Kami serahkan proses hukum dan penanganan kepada aparat yang berwenang. Kami minta juga tidak mengaitkan peristiwa ini secara politis karena memang musibah secara murni," tuturnya.

Pemkot juga telah memerintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat untuk memindahkan sementara proses belajar mengajar di SDN Gentong ke kelas yang aman maupun sekolah terdekat, sambil menunggu proses pembangunan kembali.

"Kita juga minta seluruh instansi terkait melakukan pengecekan kondisi bangunan sekolah yang ada di Kota Pasuruan untuk mengantisipasi kejadian serupa," pungkasnya.

Baca Juga : Kronologi Robohnya Bangunan SDN di Pasuruan yang Tewaskan 2 Orang

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, SDN Gentong yang berada di Jalan KH. Sepuh Kota Pasuruan pada Selasa pagi sekitar pukul 08.30 WIB roboh dan menimpa sejumlah orang yang tengah dalam proses belajar mengajar.

Akibat robohnya bangunan ini seorang siswa kelas 2 bernama Irza Almira (8) dan guru bernama Selvina Arsy Wijaya (19) meninggal dunia tertimpa reruntuhan bangunan. Selain dua orang korban jiwa, terdapat sebelas orang siswa lainnya yang menderita luka-luka akibat peristiwa ini.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini