Share

Sekolah di Karawang Roboh, Siswa Belajar di Lantai

Nila Kusuma, Koran SI · Selasa 17 Mei 2022 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 17 525 2595400 sekolah-di-karawang-roboh-siswa-belajar-di-lantai-kokEV9e63E.jpg Atap sekolah roboh di Karawang (Foto : MPI)

KARAWANG - Kasus sekolah roboh kembali terjadi di Karawang. Kali ini dialami Sekolah Dasar Negeri (SDN) II Kertaharja, Desa Kertaharja, Kecamatan Pedes. Akibat sekolah roboh puluhan siswa harus belajar dilantai, karena empat ruang kelas rusak berat tidak bisa digunakan.

Kepala Sekolah SDN 2 Kertaharja, Siti Fathiati mengatakan, sekolah roboh terjadi pada Minggu 15 Mei 2022. Kondisi bangunan memang sudah tidak layak hingga sudah lama tidak digunakan karena berbahaya untuk siswa dan guru. Untuk menghindari bahaya, pihak sekolah menurunkan genteng atap sekolah.

Namun, saat sedang dikerjakan tiba-tiba atap bangunan roboh semua. "Tadinya kami sedang menurunkan genteng karena berbahaya. Namun atap bangunan keburu roboh semua. Untungnya saat kejadian para pekerja sudah di bawah," katanya, Selasa (17/5/2022).

Menurut Siti, empat ruang kelas sudah tidak bisa digunakan karena rusak berat. Puluhan siswa terpaksa harus belajar dilantai karena tidak ada kelas. Mereka melakukan kegiatan belajar mengajar di ruang guru. "Siswa terpaksa belajar dilantai karena kondisi tidak memungkinkan. Tapi kegiatan belajar mengajar harus berjalan," katanya

Siti mengatakan, sejak lama kondisi bangunan sekolah sudah tidak layak. Pihak sekolah hampir setiap tahun mengusulkan agar sekolah segera direhab karena kondisi bangunan sudah tidak layak. Namun usulan itu tidak segera direspon hingga akhirnya roboh.

"Sejak tahun 2018 lalu kami sudah mengusulkan agar segera direhab, namun tidak juga ada realisasi," kata Siti Fathiati.

Menurut Siti, kalau pemerintah belum sanggup membangun seluruh bangunan sekolah, paling tidak 4 ruang kelas yang rusak sudah mendesak untuk diperbaiki. Alasannya, ruang kelas tersebut tidak bisa digunakan sehingga siswa harus belajar dilantai karena tidak ada kelas yang bisa digunakan.

"Kami menggunakan ruang guru untuk belajar mengajar. Itu juga harus dilantai untuk menampung semua siswa," katanya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Siti mengatakan, kegiatan belajar mengajar dibagi dalam 2 shif. Shif pertama untuk kelas 1, 2 dan 3 pagi hari. Sedangkan shif kedua untuk kelas 4 dan 5 siang "Waktu belajar hanya 2,5 jam," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga, Asep Junaedi mengatakan, sekolah tersebut memang sudah lama rusak. Saat kejadian memang sedang menurunkan genteng. Namun dia belum memastikan kapan pastinya sekolah tersebut diperbaiki.

"Nanti saya cek dulu apakah dianggarkan untuk tahun ini, saya belum tahu," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini