nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

10 Fakta Robohnya SDN Gentong Pasuruan, Bangunan Baru Direnovasi

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 06 November 2019 05:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 06 519 2126247 10-fakta-robohnya-sdn-gentong-pasuruan-bangunan-baru-direnovasi-KmZMMTXBs8.jpg SDN Gentong roboh tewaskan dua orang (Foto : Okezone.com/Avirista)

PASURUAN - Robohnya bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gentong Kota Pasuruan pada Selasa pagi 5 November 2019 dirasa cukup mengejutkan, selain karena bangunan sekolah yang baru saja direnovasi beberapa tahun lalu juga terungkap fakta - fakta lainnya.

Berikut sejumlah fakta menarik lainnya yang dirangkum okezone.

1. Terjadi saat Jam Pelajaran

Robohnya SD Negeri Gentong Kota Pasuruan cukup mengejutkan lantaran waktu kejadian tengah berlangsung proses belajar mengajar di sekolah.

Namun beruntung kelas 5 A dan B yang ruangannya ikut roboh sebagian siswanya sedang berada di luar karena masih jam pelajaran olahraga.

Bisa dibayangkan jika kedua kelas tersebut sedang melangsungkan kegiatan belajar mengajar di kelas, mungkin korban jiwa akan bertambah.

SDN Gentong roboh (Foto : Okezone.com/Avirista)

2. Ambruk dari Ruang Kelas 2 B dan merambat

Berdasarkan penuturan saksi mata Iwan Dayat (35) ambruknya bangunan sekolah di awali dengan robohnya atap di ruang kelas 2 B.

"Diawali dari robohnya atap jelas 2 B

Kemudian terus merambat hingga kelas 5 A yang lokasi berjajar," ujar Iwan di lokasi kejadian.

Kesaksian Iwan diperkuat oleh penyelidikan awal Polres Pasuruan Kota yang menduga robohnya bangunan beriringan.

"Kalau dari pemeriksaan saksi mata empat ruangan ini roboh beriringan," ungkap Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso.

Baca Juga : Kasus Penistaan Agama, Maha Guru Nikahkan Pengikutnya Tanpa Wali

3. Cuaca di Lokasi Normal

Robohnya bangunan sekolah SD Negeri Gentong dipastikan tak terkait gangguan cuaca yang ditimbulkan di sekitar lokasi kejadian.

Kepala BPBD Kota Pasuruan Samsul Hadi memastikan saat kejadian pukul 08.30 WIB, angin di Kota Pasuruan dan lokasi bertiup normal.

"Semuanya (cuacanya) normal dan cerah. Anginnya juga tidak kencang, pokok normal," beber Samsul dikonfirmasi Okezone.

4. Telah Direnovasi Beberapa Tahun Lalu

Robohnya bangunan SDN Gentong memunculkan dugaan adanya ketidaksesuaian spesifikasi bangunan lantaran umur bangunan yang belum lama.

"Kondisi bangunannya baru direhab pada tahun 2012. Kalau bangunan secara keseluruhan berusia sepuluh tahun. Karena ada beberapa bagian," tutur Kepala BPBD Samsul Hadi.

Namun saat dikonfirmasi Sekda Kota Pasuruan Bahrul Ulum justru belum mengetahui secara pasti kapan bangunan tersebut direnovasi.

"Rehab sekolah dilakukan tahun 2012, tapi ada yang bilang 2016. Ini yang tidak jelas. Kami akan kordinasikan dengan dinas terkait," papar Bahrul Ulum.

SDN Gentong roboh (Foto : Okezone.com/Avirista)

5. Siswa Dilaporkan Terluka dan Syok

Robohnya bangunan sekolah sempat membuat siswa dan sejumlah warga sekitar sekolah panik. Siswa kelas 2 B sebagian besar bahkan berlarian ke luar ruangan saat bangunan kelasnya ambruk rata dengan tanah.

Mereka bahkan menangis sejadi - jadinya, tak cuma siswa empat ruangan saja yang menangis sejumlah siswa dan orang tua wali murid juga tampak menangis ketakutan.

Tampak dari video siswa yang menangis dipeluk oleh siswa lainnya, sementara para guru dan warga sekitar sekolah mencoba mengevakuasi korban.

Akibat kejadian ini 12 siswa dilaporkan terluka dan harus menjalani perawatan di RSUD dr. Soedarsono dan RS Medika Kraton Pasuruan.

"Ada 12 siswa yang terluka dirawat di dua rumah sakit yakni RSUD dr. Soedarsono dan RS Medika," ucap Kepala BPBD Kota Pasuruan Samsul Hadi.

6. Polisi Periksa Sejumlah Saksi dan Cek Dokumen

Polres Pasuruan Kota dan Polda Jawa Timur bergerak cepat menangani robohnya bangunan sekolah tersebut.

Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso menyatakan pihaknya setidaknya telah memeriksa tiga orang saksi mata dari guru, warga sekitar, dan siswa.

"Sudah kami periksa sejumlah saksi dari guru, siswa, dan warga yang melihat kejadian ini," beber Slamet.

Bahkan tim Labfor Polda Jawa Timur dan Polres Pasuruan Kota telah turun melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi. Tim ini juga bergerak mencari dokumen pengerjaan konstruksi bangunan yang diduga kurang layak tersebut.

"Kami masih cek lagi termasuk dokumen - dokumen renovasi bangunan ini. Kami tadi juga minta bantuan Tim Forensik Polda Jatim untuk melakukan olah TKP. Hasilnya nanti kami sampaikan kembali," ujar AKP Slamet Santoso.

7. Gubernur Minta Dinas Cek Kondisi Bangunan Sekolah

Imbas robohnya bangunan gedung SDN Gentong ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memerintahkan dinas terkait di Kota Pasuruan dan wilayah lain di Jawa Timur mengecek kondisi sekolah, terlebih akan memasuki musim penghujan.

Gubernur Jatim Khofifah jenguk korban sekolah roboh di Pasuruan (Foto : Istimewa)

"Ini musim hujan tiba, jadi ada kerawanan lebih yang harus diantisipasi, sehingga perlu pengecekan kondisi gedung dan bangunan sekolah (di Jawa Timur) supaya kejadian ambruknya SDN Gentong tidak terulang lagi di sekolah lainnya di Jawa Timur," jelas Khofifah saat menyambangi para korban di RSUD dr. Soedarsono, Selasa sore.

8. Pemerintah Gratiskan Perawatan Korban

Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan memutuskan membebaskan korban SDN Gentong yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

"Kami sudah instruksikan RSUD untuk merawat sampai sembuh para korban dan biaya perawatan korban ditanggung pemerintah," ucap Sekda Kota Pasuruan Bahrul Ulum.

Bahkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur telah siap bilamana ada korban yang perlu dirujuk ke RSUD dr. Soetomo untuk perawatan lebih lanjut.

"Saya sudah sampaikan ke Kadinkes, supaya jangan sampai ada pungutan kepada para korban. Semua korban ambruknya sekolah pemerintah yang cover. Saya rasa di RSUD dr. Soedarsono ini punya kemampuan merawat, tapi kalau dirujuk ke RSUD dr. Soetomo saya sudah sampaikan ke Kadinkes dan Direktur harus siap, termasuk pembiayaannya," jelas Khofifah.

9. Polisi Diminta Usut Robohnya SDN Gentong

Pemerintah mempercayakan kepada kepolisian mengenai penyebab robohnya bangunan sekolah di Jalan KH. Sepuh, Gadingrejo, Kota Pasuruan ini.

Sekda Kota Pasuruan Bahrul Ulum memastikan pihaknya akan terbuka kepada kepolisian bilamana pemerintah diminta mendukung upaya penyelidikan yang dilakukan polisi.

"Kami serahkan proses hukum dan penanganannya kepada kepolisian. Kami dukung sepenuhnya. Kami juga minta tidak mengaitkan peristiwa ini secara politis," kata Bahrul Ulum.

Hal serupa disampaikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang mempercayakan proses penyelidikan penyebab robohnya bangunan sekolah ke polisi.

"Ini kan ada Puslabfor Polda, ada Polres. Kita beri kesempatan karena itu kewenangan beliau," imbuh Khofifah.

10. Korban Meninggal Dunia Guru Pengganti

Dua orang menjadi korban meninggal dunia robohnya bangunan SDN Gentong Kota Pasuruan. Kedua korban Irza Almira (8) siswa kelas 2 dan Selvina Arsy Wijaya (19) guru yang tengah berada di ruang kelas 5 A saat kejadian.

Selvina tercatat sebagai tenaga perpustakaan di sekolah tersebut. Ia baru beberapa bulan mengabdi di SDN Gentong. Saat kejadian korban tengah bersiap mengajar menggantikan guru kelas 5 A yang tak masuk lantaran sakit.

"Beliau itu sebenarnya petugas perpustakaan bukan guru pengajar. Guru yang seharusnya mengajar kelas 5 sedang tidak masuk, sehingga digantikannya. Dia juga masih kuliah, usianya 19 tahun," ungkap Kepala BPBD Kota Pasuruan Samsul Hadi.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini