nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gara-Gara Kuda, Anak Tewas Dianiaya & Ayahnya Luka-Luka

Herman Amiruddin, Jurnalis · Kamis 07 November 2019 01:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 06 609 2126693 gara-gara-kuda-anak-tewas-dianiaya-ayahnya-luka-luka-cIzWyImcky.jpg Ilustrasi (Foto : ABC Australia)

MAKASSAR - Seorang ayah bernama Mantari Daeng Nuntung (60) dan anaknya, Ambo (30) dianiya oleh sekelompok orang menggunakan senjata tajam di Desa Datara, Kecamatan Bonto Ramba, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Duugaan tindak pidana penganiayaan itu, mengakibatkan sang anak, Ambo tewas di tempat dengan luka sobek di pipi sebelah kirinya, kemudian mengeluarkan darah serta luka lebam pada wajah.

Sementara ayahnya, Mantari masih dirawat di rumah Sakit Lanto Dg Pasewang lantara menderita luka yang cukup serius akibat terkena benda tajam.

TKP penganiayaan ayah dan anak karena kuda (Foto : Okezone/Herman)

Kasat Reskrim Polres Jeneponto AKP Boby Rachman mengatakan kedua korban, ayah dan anaknya dianiaya secara bersama-sama oleh sekelompok massa yang belum diketahui identitasnya.

"Kelompok massa dengan menggunakan alat berupa batu dan senjata tajam berupa parang yang mengakibatkan kedua korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum. Yang satu itu anaknya meninggal dunia," kata Boby Rabu 6 November 2019.

Lebih lanjut Boby mengatakan, penganiyaan terjadi saat kedua korban, ayah dan anak ini mencari kudanya. Saat itu, diduga terjadi kesalapahaman dengan seorang warga bernama Rani.

"Kedua ayah dan anak ini dikira kudanya dicuri. Ternyata ditemukan di tempat yang sama dengan kudanya warga (Rani) itu," ungkap Boby.

Baca Juga : Wanita Paruh Baya Tewas Terpanggang saat Menonton TV

Saat ini aparat Kepolisian Polres Jeneponto telah mengamankan sejumlah barang bukti dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian.

"Kami melakukan olah TKP dan masih melakukan pengumpulan bahan keterangan. Terkait motif dan kronologis kejadiannya sampai saat ini masih didalami dan dilakukan penyelidikan atau pemeriksaan saksi-saksi terhadap dugaan pelaku," jelas Boby.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini