JAKARTA - Indonesia merupakan negara penghasil sampah plastik dan kertas terbanyak dari negara maju. Sampah yang dikirim berdalih sebagai bahan baku industri di Tanah Air.
Presiden RI Joko Widodo pun sempat melontarkan tanggapan dengan berpendapat agar sampah impor yang masuk ke Indonesia tak merusak lingkungan serta terkontaminasi oleh bahan yang berbahaya dan beracun. Ia juga mengatakan, ada ketentuan pidana yang terkait bila sampah impor tersebut mengandung bahan berbahaya.
Hal yang sama juga ditegaskan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LKH) Siti Nurbaya. Ia berpendapat Indonesia tidak boleh menjadi tempat sampah dari negara maju. Pemerintah telah mengembalikan sekitar 400 kontainer berisi sampah dan limbah ke negara maju tersebut.

Menurut Siti, sebanyak 1.262 sampai 1.380 kontainer yang berisi sampah plastik dan kertas dari negara maju harus diperiksa. Ia juga memastikan impor sampah yang mengandung limbah harus dikembalikan.
Hal ini terjadi karena masalah pencemaran sampah plastik di Indonesia semakin banyak ditambah negara asing yang mengekspor limbah plastik ke Indonesia.
Dilansir dari Koran Sindo edisi Kamis, 7 November 2019, terdapat beberapa negara asing yang paling banyak memasok sampah plastik ke Indonesia.
1. Amerika Serikat (353.900 ton)

Amerika Serikat menjadi negara yang mengirimkan limbah plastik terbanyak di Indonesia. Dalam 10 tahun terakhir, sebanyak 353.930 ton limbah plastik yang dikirim ke Indoneisa. Sejak 2008, terhitung setiap tahun negara ini rutin menjadi salah satu negara pengirim limbah plastik terbanyak.
2. Kepulauan Marshal (193.700 ton)
Negara ini tercatat sebagai pengirim limbah plastik ke Indonesia sejak tahun 2016 silam. Dalam kurun waktu tiga tahun, jumlah limbah plastik yang dihasilkan sekitar 193.660 ton, melampaui Meksiko (118.030 ton), Australia (102.240 ton), dan Venezuela (76.610 ton). Padahal, negara-negara lain sudah lebih awal mengirimkan limbah plastik ke Indoneisa.